Gempa M 5,3 Guncang Pangandaran dan Selatan Jabar: Tak Berpotensi Tsunami, Warga Kembali Beraktivitas
- Admin02

- 4 hari yang lalu
- 2 menit membaca

Pangandaran (PSSRNIJabar) - Situasi di Kabupaten Pangandaran dan sejumlah wilayah di pesisir selatan Jawa Barat dipastikan aman dan kondusif setelah diguncang gempa bumi bermagnitudo 5,3 pada Rabu malam (5/8/2026) pukul 21.55 WIB. Aktivitas masyarakat pun telah kembali berjalan normal.
Petugas Urusan Intelijen Pos TNI AL (Posal) Pangandaran, Serka Rahmat Abidin, mengonfirmasi kondisi wilayah pada Kamis pagi (6/8/2026) tetap aman dan tidak terjadi gangguan berarti akibat gempa tersebut.
"Situasi wilayah Kabupaten Pangandaran pasca gempa bumi aman dan kondusif. Aktivitas masyarakat pagi ini berjalan normal," ujar Serka Rahmat Abidin.
Hal serupa disampaikan Budi, warga Pananjung, Pangandaran. Meski sempat panik dan bergegas keluar rumah saat guncangan terjadi, ia mengaku lega setelah mendapat informasi bahwa gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Keesokan paginya, ia kembali membuka toko dan berjualan seperti biasa.
Berdasarkan analisis terbaru BMKG, gempa tektonik tersebut memiliki magnitudo M5,2 di kedalaman 14 kilometer. Sebelumnya, gempa dilaporkan berkekuatan M5,3 dengan kedalaman 18 kilometer. Episentrum berada di laut sekitar 87 kilometer barat daya Pangandaran.
BMKG menyebut gempa dangkal itu dipicu aktivitas sesar aktif dan dirasakan dengan intensitas II hingga III MMI di sejumlah daerah, meliputi Pangandaran, Kota Tasikmalaya, Garut, Kabupaten Bandung, Sukabumi, Sumedang, hingga Cilacap, Jawa Tengah.
Asep Cakakak, warga Kota Tasikmalaya, mengatakan getaran gempa terasa cukup kuat hingga mengagetkan warga yang sedang beristirahat. Sementara di Garut, guncangan juga memicu kepanikan warga. Kepala Pelaksana BPBD Garut, Aah Anwar Saefuloh, menginstruksikan jajarannya hingga tingkat desa untuk menyisir wilayah pesisir sekaligus memantau kemungkinan adanya dampak maupun kerusakan.
Hingga Kamis pagi, BMKG juga mencatat sejumlah gempa susulan dengan magnitudo antara M2,3 hingga M3,1. Gempa susulan tersebut terjadi pada pukul 03.57 WIB, 05.28 WIB, 05.52 WIB, dan 07.11 WIB.
BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang, tidak mudah terpengaruh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya, serta memeriksa kondisi bangunan sebelum kembali beraktivitas secara normal. (GPWK)



Komentar