Festival Jayantara 2026 Jadi Panggung UMKM Tasikmalaya Tembus Pasar Global
- Admin03

- 25 Jul
- 2 menit membaca

Tasikmalaya (PRSSNIJabar) - Peringatan Hari Jadi ke-394 Kabupaten Tasikmalaya tahun ini tidak hanya diwarnai kemeriahan seni dan budaya.
Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya memanfaatkannya sebagai momentum memperkuat perekonomian daerah melalui Festival Jayantara 2026, ajang yang mendorong pelaku UMKM lokal naik kelas hingga mampu menembus pasar internasional.
Festival yang digelar bekerja sama dengan Bank Indonesia itu menghadirkan ratusan pelaku UMKM dari wilayah Priangan Timur. Fokus utama kegiatan diarahkan pada penguatan digitalisasi usaha, perluasan akses pasar, serta peningkatan daya saing produk lokal.
Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin, menilai antusiasme para pelaku UMKM menjadi bukti bahwa sektor ekonomi kerakyatan terus tumbuh di tengah berbagai tantangan global.
"Saya melihat senyum bahagia para pelaku UMKM. Harapan kami, produk-produk unggulan Tasikmalaya seperti batik Sukapura dan opak dapat bersaing hingga tingkat internasional," ujar Cecep.
Senada dengan itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Tasikmalaya, Laura Rulida Eka Sari P., menegaskan Festival Jayantara bukan sekadar pameran produk, melainkan wadah kolaborasi yang membuka peluang lebih besar bagi UMKM untuk berkembang.
Menurutnya, digitalisasi menjadi faktor penting dalam memperluas jangkauan pemasaran sekaligus meningkatkan efisiensi usaha.
"Jayantara mengusung tema UMKM tumbuh, digital tumbuh, ekonomi tumbuh. Digitalisasi memberikan akses pasar yang lebih luas sekaligus meningkatkan efisiensi pelaku usaha," katanya.
Tak hanya menampilkan beragam produk unggulan seperti batik Sukapura dan opak khas Tasikmalaya, Festival Jayantara 2026 juga menghadirkan berbagai program pendampingan, mulai dari edukasi pencatatan keuangan melalui aplikasi Si APIK, business matching, hingga layanan akses pembiayaan bagi pelaku usaha.
Hasilnya pun mulai terlihat. Sejumlah produk UMKM Kabupaten Tasikmalaya kini berhasil mencatatkan ekspor perdana ke Jepang, menjadi bukti bahwa produk lokal memiliki daya saing di pasar internasional.
Festival Jayantara 2026 digelar selama tiga hari dengan rangkaian kegiatan seni budaya, pameran produk unggulan, hingga forum pengembangan usaha.
Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya berharap kegiatan ini tidak sekadar menjadi agenda tahunan, tetapi mampu menjadi penggerak lahirnya UMKM yang semakin tangguh, berdaya saing, dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi inklusif di wilayah Priangan Timur. (AST)



Komentar