top of page

Ekspor Menguat, Neraca Perdagangan Jawa Barat Surplus USD 11,31 Miliar hingga Mei 2026

  • Gambar penulis: Admin03
    Admin03
  • 2 Jul
  • 2 menit membaca

ILUSTRASI BPS


Bandung (PRSSNIJabar) - Neraca perdagangan Jawa Barat kembali menunjukkan tren positif. Sepanjang Januari hingga Mei 2026, Jawa Barat mencatatkan surplus perdagangan sebesar USD 11,31 miliar. Capaian tersebut ditopang nilai ekspor yang jauh lebih besar dibandingkan impor pada periode yang sama.


Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat, Margaretha Ari Anggorowati, mengatakan nilai ekspor Jawa Barat selama Januari-Mei 2026 mencapai USD 15,97 miliar atau tumbuh 3,71 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kenaikan juga terjadi pada ekspor nonmigas yang mencapai USD 15,87 miliar atau naik 3,85 persen. Sementara ekspor migas tercatat sebesar USD 100,27 juta atau mengalami penurunan 14,78 persen.


Secara bulanan, nilai ekspor Jawa Barat pada Mei 2026 mencapai USD 3,40 miliar atau naik 2,10 persen dibandingkan Mei 2025. Adapun ekspor nonmigas pada bulan yang sama mencapai USD 3,37 miliar atau meningkat 2,21 persen.


ā€œDari sepuluh komoditas dengan nilai ekspor nonmigas terbesar Januari-Mei 2026, komoditas yang mengalami peningkatan terbesar adalah golongan mesin dan peralatan mekanis sebesar USD 296,93 juta atau naik 25,27 persen,ā€ ujar Margaretha dalam Rilis Berita Resmi Statistik Provinsi Jawa Barat, Rabu (1/7/2026).


Sebaliknya, golongan karet dan barang dari karet menjadi komoditas yang mengalami penurunan terbesar, yakni sebesar USD 94,41 juta atau turun 14,64 persen.


BPS Jabar juga mencatat, Amerika Serikat masih menjadi tujuan utama ekspor nonmigas Jawa Barat dengan nilai mencapai USD 2,63 miliar. Posisi berikutnya ditempati Filipina sebesar USD 1,47 miliar dan Jepang sebesar USD 1,15 miliar. Ketiga negara tersebut menyumbang sekitar 33,08 persen terhadap total ekspor nonmigas Jawa Barat.


Sementara itu, ekspor ke kawasan ASEAN tercatat sebesar USD 4,37 miliar dan ekspor ke kawasan Amerika serta Eropa mencapai USD 5,96 miliar.


Dari sisi sektoral, kinerja ekspor Januari-Mei 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya menunjukkan peningkatan pada sektor pertanian sebesar 3,11 persen dan industri pengolahan sebesar 3,85 persen.


Sebaliknya, sektor pertambangan dan migas masing-masing mengalami penurunan sebesar 8,84 persen dan 14,78 persen.

Di sisi lain, nilai impor Jawa Barat justru mengalami penurunan. Selama Januari hingga Mei 2026, nilai impor tercatat sebesar USD 4,66 miliar atau turun 7,08 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025.


Impor nonmigas mencapai USD 4,39 miliar atau naik tipis 1,07 persen. Sementara impor migas merosot cukup tajam hingga 60,48 persen menjadi USD 262,21 juta.


Pada Mei 2026, nilai impor Jawa Barat tercatat sebesar USD 0,98 miliar atau turun 4,94 persen dibandingkan Mei tahun lalu. Namun, impor nonmigas pada bulan yang sama justru meningkat 7,38 persen menjadi USD 0,95 miliar.


Menurut Margaretha, dari sepuluh komoditas impor nonmigas terbesar, golongan kendaraan dan bagiannya mengalami penurunan paling signifikan, yakni sebesar USD 145,14 juta atau turun 42,40 persen. Sedangkan peningkatan terbesar terjadi pada golongan mesin dan perlengkapan elektronik yang naik USD 108,64 juta atau 16,32 persen.


ā€œNegara pemasok barang impor nonmigas terbesar selama Januari-Mei 2026 ditempati oleh Tiongkok senilai USD 1,82 miliar atau 41,47 persen, disusul Korea sebesar USD 527,67 juta dan Jepang sebesar USD 518,81 juta,ā€ kata Margaretha.


BPS Jabar juga mencatat nilai impor berdasarkan golongan penggunaan, yakni barang konsumsi, bahan baku atau penolong, serta barang modal, seluruhnya mengalami penurunan masing-masing sebesar 5,37 persen, 6,33 persen, dan 13,68 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. (AMJ)

Komentar


© 2025 by PRSSNI Daerah Jawa Barat
prssnijabar@gmail.com |  Tel: 022-2038362

bottom of page