top of page

Dorong UMKM Naik Kelas, Polytron Gelar Pelatihan dan Riset Bisnis

  • Gambar penulis: Admin02
    Admin02
  • 19 Jun
  • 2 menit membaca


Bandung (PRSSNIJabar) - Polytron memperkuat komitmennya dalam mendukung pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui peluncuran buku panduan berbasis riset bertajuk UMKM Handbook: Panduan UMKM Naik Level.


Bersama lembaga riset Populix, perusahaan elektronik nasional itu menggelar pelatihan bagi lebih dari 100 pelaku UMKM di Bandung, Kamis (18/6/2026), untuk membekali mereka dengan strategi pengembangan usaha yang lebih terukur dan berkelanjutan.


Peluncuran handbook tersebut menjadi upaya Polytron untuk membantu pelaku usaha memahami tantangan nyata yang dihadapi UMKM, khususnya sektor kuliner, sekaligus memberikan solusi agar bisnis dapat berkembang tanpa terjebak pada berbagai asumsi yang selama ini dianggap sebagai kunci kesuksesan.


Hasil riset menunjukkan bahwa sekitar 80 persen pelaku UMKM merupakan kelompok perintis usaha. Sebanyak 57 persen memulai bisnis karena ingin mandiri secara ekonomi, sementara 46 persen melihat peluang pasar yang menjanjikan. Mayoritas pelaku usaha berasal dari generasi muda, yakni Gen Z dan milenial.


Meski memiliki semangat tinggi, banyak UMKM masih menghadapi berbagai kendala mendasar, mulai dari keterbatasan modal, pengelolaan sumber daya manusia, hingga sistem operasional yang belum tertata.


Dalam riset tersebut, Polytron dan Populix mengungkap sejumlah mitos yang kerap dipercaya pelaku usaha. Salah satunya anggapan bahwa bisnis harus memiliki banyak cabang untuk dianggap sukses. Faktanya, banyak usaha justru mengalami kesulitan saat melakukan ekspansi karena belum memiliki sistem dan standar operasional yang kuat.


Temuan lainnya menunjukkan hampir separuh pelaku UMKM masih mencatat transaksi secara manual. Kondisi tersebut membuat keputusan bisnis sering kali hanya berdasarkan intuisi dan menyulitkan proses pengembangan usaha.


Selain itu, tantangan terbesar yang dihadapi UMKM tidak selalu berkaitan dengan modal. Banyak pelaku usaha mengalami kendala dalam mengakses pembiayaan karena minimnya literasi keuangan dan kurang memahami prosedur pengajuan pinjaman ke lembaga keuangan formal.


Pakar Sistem Operasional Industri dan Digital Marketing Telkom University, Dr. Ir. Yati Rohayati, M.T., menegaskan bahwa UMKM perlu membangun sistem operasional yang kuat agar mampu bertahan dan berkembang di era digital.


ā€œUMKM kuliner harus mulai merancang SOP dan mendigitalisasi alur kerja dari dapur hingga ke meja konsumen agar bisnis berjalan lebih efisien, minim kesalahan, dan mudah dipantau,ā€ ujarnya.


Menurut Yati, strategi pemasaran digital yang agresif harus dibarengi dengan pengelolaan operasional yang baik. Integrasi berbagai kanal penjualan seperti toko fisik, media sosial, marketplace, hingga layanan pesan antar dinilai menjadi salah satu kunci meningkatkan penjualan berulang.


Pengalaman serupa dibagikan Aprilia Melisa, pemilik Terve Chocolate dan Let’s Go Gelato. Ia menilai keberhasilan bisnis tidak hanya ditentukan oleh pemasaran, tetapi juga kemampuan menjaga efisiensi operasional dan kualitas layanan di berbagai kanal penjualan.


ā€œTeknologi yang tepat membantu usaha berjalan lebih efisien, mulai dari pengelolaan transaksi hingga menjaga loyalitas pelanggan,ā€ katanya.


Sebagai tindak lanjut dari hasil riset tersebut, Polytron menghadirkan program ā€œUMKM Naik Level Bareng Polytronā€. Program ini menawarkan berbagai dukungan bagi pelaku usaha, mulai dari kelas edukasi gratis, akses perangkat usaha yang dirancang untuk kebutuhan UMKM, hingga peluang promosi melalui kolaborasi dengan kreator konten kuliner nasional.


Polytron juga memperkenalkan konsep baru ā€œnaik levelā€ bagi UMKM yang berfokus pada empat pilar utama, yakni penguatan konsep usaha, pembangunan sistem yang lebih modern, investasi aset yang tepat guna, dan ekspansi bisnis yang terukur.


Melalui program tersebut, Polytron berharap semakin banyak UMKM mampu mengambil keputusan berbasis data, meningkatkan efisiensi operasional, serta memperkuat daya saing sehingga dapat tumbuh secara berkelanjutan di tengah persaingan bisnis yang semakin ketat. (IGN)

Komentar


© 2025 by PRSSNI Daerah Jawa Barat
prssnijabar@gmail.com |  Tel: 022-2038362

bottom of page