top of page

Di Usia 62 Tahun, Asep Akung Gowes dari Garut ke Makkah

  • Gambar penulis: Admin02
    Admin02
  • 15 Jun
  • 2 menit membaca


Garut (PRSSNIJabar) - Usia yang telah menginjak 62 tahun tidak menyurutkan semangat Asep Akung untuk mewujudkan impian besarnya. Warga Kampung Sanding, Kelurahan Muara Sanding, Kecamatan Garut Kota itu memilih cara yang tak biasa untuk menuju Tanah Suci, yakni mengayuh sepeda dari Garut hingga Makkah.


Perjalanan yang diberi nama “Tour Asia Finish Makkah” itu resmi dimulai setelah Asep dilepas oleh Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, di halaman Pendopo Kabupaten Garut, Minggu (14/6/2026).


Dengan sepeda yang akan menemaninya melintasi sejumlah negara di Asia, Asep bertekad menempuh ribuan kilometer perjalanan seorang diri. Baginya, perjalanan tersebut bukan sekadar petualangan, melainkan bagian dari ikhtiar spiritual yang telah lama dipersiapkan.


Bupati Garut Abdusy Syakur Amin mengaku kagum dengan tekad kuat yang ditunjukkan Asep. Menurutnya, perjalanan tersebut menjadi bukti bahwa setiap orang memiliki cara berbeda untuk meraih tujuan hidupnya.


“Perjalanan ini bisa menjadi teladan yang dapat dicontoh oleh yang lain. Bahwa banyak cara yang bisa kita lakukan untuk mencapai tujuan kita. Meskipun kadang-kadang membuat orang berbeda, itu tidak masalah karena ini merupakan keyakinan dan keinginan untuk menorehkan sejarah,” kata Syakur.


Ia berharap perjalanan Asep berjalan lancar hingga tiba di tujuan. Selain itu, Bupati juga meminta agar kondisi Asep terus dipantau selama berada di perjalanan.


“Saya titip pesan agar selalu ada komunikasi. Saya ingin terus mendapatkan informasi, sedang berada di mana, bersama siapa, dan bagaimana kondisi kesehatannya,” ucapnya.


Sementara itu, Asep mengaku telah mempersiapkan diri secara fisik maupun mental sebelum memulai perjalanan panjang tersebut. Ia mengatakan, selain membawa misi spiritual menuju Makkah, dirinya juga ingin menyampaikan pesan tentang lingkungan dan perdamaian.


“Selain misi spiritual, saya ingin ikut mengampanyekan udara bebas asap kendaraan dan juga membawa misi perdamaian. Itu yang menjadi keinginan saya,” tutur Asep.


Asep memperkirakan perjalanan dari Garut menuju Makkah akan memakan waktu sekitar tiga hingga empat bulan. Jika tidak ada hambatan berarti, ia berharap bisa tiba di Tanah Suci pada Agustus mendatang.


“Insya Allah paling lama empat bulan sampai di tujuan,” jelas Asep.


Sebelum memulai kayuhan pertamanya, Asep pun memohon doa dan dukungan dari masyarakat Garut agar perjalanan lintas negara yang dijalaninya dapat berlangsung aman, sehat, dan penuh keberkahan hingga tiba di Makkah Al Mukarramah. (SLT)

Komentar


© 2025 by PRSSNI Daerah Jawa Barat
prssnijabar@gmail.com |  Tel: 022-2038362

bottom of page