Delapan Siswi MTs Tenggelam di Mata Air Cibolang Garut, Satu Meninggal Dunia
- Admin03

- 17 Jul
- 2 menit membaca

Garut (PRSSNIJabar) - Tragedi terjadi di mata air Kampung Cibolang, Desa Cidatar, Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut, Kamis 16 Juli 2026 sekitar pukul 12.30 WIB. Delapan siswi MTs dilaporkan tenggelam saat berenang. Dalam peristiwa tersebut, seorang siswi meninggal dunia, sementara tujuh lainnya berhasil diselamatkan.
Korban meninggal dunia diketahui bernama Siti Jamilah (15), siswi kelas IX MTs Miftahul Ulum, Desa Sukahurip, Kecamatan Cigedug.
Sementara itu, tujuh korban lainnya selamat. Tiga di antaranya telah diperbolehkan pulang setelah menjalani perawatan, yakni Dinda (14), Azlia (14), dan Uswatun (13). Empat siswi lainnya masih menjalani perawatan di Klinik Cidatar, masing-masing Vina Maulida (15), Neti (14), Andin (13), dan Silva (14).
Berdasarkan keterangan salah seorang korban selamat, Azka (14), sebelum kejadian banyak siswa-siswi berenang di mata air tersebut. Saat itu dirinya memilih duduk di tepi kolam.
Namun secara tiba-tiba, kakinya ditarik oleh salah seorang temannya yang sedang tenggelam sehingga kepanikan pun terjadi. Warga bersama orang-orang yang berada di lokasi kemudian berupaya menolong para korban.
Enung, nenek salah satu korban selamat, mengaku mengetahui kejadian tersebut dari menantunya yang sedang berjualan di SD Sukahurip.
"Ada info anak-anak lagi MPLS tenggelam sampai meninggal," ujarnya.
Ia bersyukur kondisi cucunya kini berangsur membaik setelah mendapatkan penanganan medis.
Kapolsek Cisurupan AKP Julius Siswantoro membenarkan adanya peristiwa tersebut.
Menurutnya, Tim Inafis Polres Garut bersama personel Polsek Cisurupan telah melakukan olah tempat kejadian perkara dan memasang garis polisi di sekitar lokasi mata air.
"Sejumlah korban selamat masih menjalani perawatan intensif di Klinik Cidatar, sementara sebagian lainnya sudah diperbolehkan pulang bersama keluarganya," kata Julius.
Polisi saat ini masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti meninggalnya korban. Selain itu, petugas juga mendalami apakah aktivitas berenang tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) atau dilakukan di luar agenda resmi sekolah.
Jenazah Siti Jamilah telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Polisi mengimbau masyarakat, terutama para pelajar, agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di lokasi perairan yang memiliki tingkat risiko tinggi. (SLT)



Komentar