top of page

Debut Lomba Berseka, Desa Jalatrang Ciamis Pamer Inovasi Sampah hingga Kampung Iklim

  • Gambar penulis: Gun Gunawan
    Gun Gunawan
  • 1 hari yang lalu
  • 2 menit membaca

Diperbarui: 18 jam yang lalu


Ciamis (PRSSNIJabar) - Pemerintah Kabupaten Ciamis resmi memulai penilaian Lomba Berseka atau Bersih-Bersih Sekecamatan tingkat kabupaten tahun 2026. Tim dari Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) turun langsung ke lapangan untuk mengecek kesiapan desa-desa peserta.


Kecamatan Cipaku mengandalkan dua wakil terbaiknya, Desa Jalatrang dan Desa Selamanik. Keduanya dinilai konsisten menjaga kebersihan dan punya program lingkungan yang bisa diadu di tingkat kabupaten. Penilaian di Desa Jalatrang digelar, Kamis (21/5/2026).


Tim penilai beranggotakan tujuh orang disambut jajaran Desa Jalatrang, Forkopimcam, tokoh masyarakat, Bhabinkamtibmas, dan Babinsa. Evaluasi dilakukan menyeluruh, mulai dari kebersihan kantor desa, sistem pengelolaan limbah domestik, hingga penataan permukiman berbasis kelestarian lingkungan.


Kepala Desa Jalatrang Dadi Haryadi alias Asdad kepada Reporter Jabar Now, mengaku bangga desanya terpilih mewakili Cipaku. Baginya, lomba ini jadi tolok ukur efektivitas program lingkungan yang selama ini berjalan mandiri dari inisiatif warga.


Rangkaian penilaian dimulai di Aula Desa Jalatrang, dilanjut cek kebersihan kantor desa. Tim kemudian diajak meninjau Taman Kampung Iklim di Dusun Babakan, salah satu percontohan pengelolaan lingkungan desa.


Konsep Kampung Iklim Jalatrang berdiri di atas tiga pilar: penghijauan masif dengan prinsip tebang-tanam, pembatasan penutupan tanah untuk menjaga resapan air, dan penguatan kesadaran warga agar tidak membuang sampah sembarangan.


Desa ini juga punya inovasi ARJUNA, singkatan dari Aksi Reboisasi Jalatrang untuk Mencegah Bencana. Gerakannya didukung penuh oleh SRIKANDI, satuan tugas perempuan pelindung bumi. Penilaian ditutup dengan kunjungan ke Bank Sampah Unit ā€œJalatrang Bersekaā€ untuk melihat sistem pembukuan dan pemilahan sampah.


ā€œIni tahun pertama Desa Jalatrang ikut lomba Berseka. Segala masukan dari tim juri akan jadi acuan perbaikan. Muara semua program ini demi kesejahteraan lahir batin masyarakat, selaras dengan visi desa kami: CERDAS, Kreatif, Energik, Religius, Damai, Adil, dan Sejahtera,ā€ kata Asdad.


Sementara itu, Sekretaris Kecamatan Cipaku Sri Mulya Yuani optimis kedua desa delegasi bisa menyabet juara satu dan dua tingkat kabupaten. Penunjukan Jalatrang dan Selamanik didasarkan pada rekam jejak warga yang konsisten menjaga kebersihan sehari-hari.


Daya tarik Jalatrang ada pada inovasi pengelolaan sampah yang bernilai ekonomi. Sampah anorganik diolah lewat Bank Sampah Unit, residunya jadi produk fisik seperti roster. Sampah organik diolah warga jadi pupuk cair untuk menyuburkan tanaman pekarangan. ā€œKesiapan alami masyarakat yang terbiasa gotong royong jadi modal paling berharga bagi Cipaku,ā€ pungkas Sri. (AST)

Komentar


© 2025 by PRSSNI Daerah Jawa Barat
prssnijabar@gmail.com |  Tel: 022-2038362

bottom of page