Puluhan Warga Kadungora Garut Diduga Keracunan MBG
- Admin02

- 22 Mei
- 2 menit membaca
Kadungora (PRSSNIJabar) - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Garut menjadi sorotan setelah puluhan warga di Desa Hegarsari, Kecamatan Kadungora, diduga mengalami keracunan usai mengonsumsi makanan yang dibagikan di sekolah.
Sejumlah warga, mulai dari siswa sekolah dasar hingga orang tua dan lansia, dilaporkan mengalami gejala seperti demam tinggi, muntah, diare, tubuh lemas, bahkan ada yang mengalami kejang dan pingsan.
Peristiwa itu mulai terjadi setelah menu MBG dibagikan kepada siswa pada Selasa (19/5/2026). Beberapa jam setelah makanan disantap, para siswa mulai mengeluhkan kondisi tubuh yang menurun.
Ketua RW 07 Desa Hegarsari, Usep Supandi, mengatakan anaknya termasuk salah satu yang mengalami gejala cukup serius setelah menyantap makanan MBG di sekolah. Ia mengaku awalnya mengira sang anak hanya masuk angin biasa.
āSepulang sekolah anak saya demam tinggi. Awalnya saya kira cuma masuk angin, sampai dikasih obat dan dikerok. Tapi malamnya makin panas dan besoknya lemas, tidak mau makan, lalu muntah-muntah,ā ujar Usep, Kamis (21/5/2026).
Karena kondisi anaknya terus memburuk, Usep kemudian membawa sang anak ke puskesmas untuk mendapatkan penanganan medis. Berdasarkan pemeriksaan tenaga kesehatan, anaknya mengalami kekurangan cairan akibat muntah dan kurang asupan makanan.
Ia sempat membawa anaknya ke Rumah Sakit Nurhayati untuk menjalani perawatan lebih lanjut. Namun karena ruang pelayanan penuh, anaknya akhirnya dibawa pulang setelah kondisinya mulai membaik.
āTadinya mau dirawat di rumah sakit, tapi katanya penuh. Alhamdulillah kondisi anak saya berangsur membaik jadi akhirnya dibawa pulang,ā katanya.
Menurut Usep, kasus serupa tidak hanya dialami anaknya. Dari laporan yang diterima melalui grup percakapan orang tua siswa, banyak anak lain mengalami gejala yang hampir sama setelah mengonsumsi makanan MBG.
āKeluhannya rata-rata mencret, lemas, tidak mau makan. Di kelas 6 SDN 2 Hegarsari saja ada lebih dari 18 anak yang mengalami kondisi serupa,ā ungkapnya.
Tak hanya siswa sekolah dasar, sejumlah warga lain di lingkungan Desa Hegarsari juga disebut mengalami gejala serupa. Ada ibu hamil, ibu menyusui, hingga lansia yang mengeluhkan mual, diare, demam, dan sakit kepala setelah mengonsumsi makanan tersebut.
Bahkan, beberapa orang tua siswa ikut mengalami gangguan kesehatan karena memakan sisa makanan MBG milik anaknya di rumah.
Jumlah warga yang mengeluhkan sakit disebut terus bertambah hingga malam hari. Warga dari beberapa RW lain juga dilaporkan harus bolak-balik mendapatkan penanganan ke fasilitas kesehatan terdekat.
Sementara itu, sampel makanan MBG yang dikonsumsi para siswa telah diamankan pihak kepolisian untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Adapun menu makanan yang dibagikan saat itu terdiri dari telur rebus, kari ayam, semangka, dan susu. Hingga kini, penyebab pasti dugaan keracunan massal tersebut masih dalam penyelidikan pihak berwenang. (SLT).





Komentar