GPM Garut Digelar, Harga Pangan Dijaga Jelang Idul Adha
- Admin02

- 22 Mei
- 2 menit membaca

Garut (PRSSNIJabar) - Pemerintah Kabupaten Garut menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok menjelang Idul Adha 1447 Hijriah. Kegiatan yang berlangsung di halaman Kantor Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Garut, Kecamatan Tarogong Kidul, Jumat (22/5/2026), disambut antusias warga yang memanfaatkan kesempatan membeli bahan pangan dengan harga lebih terjangkau.
Program GPM ini menjadi salah satu langkah Pemkab Garut dalam mengendalikan lonjakan harga pangan yang biasanya terjadi menjelang hari besar keagamaan. Berbagai komoditas dijual di bawah harga pasar, mulai dari beras, minyak goreng, gula pasir, hingga produk hasil peternakan dan perikanan.
Kepala DKP Kabupaten Garut, Yani Yuliani, mengatakan pelaksanaan GPM dilakukan serentak di seluruh wilayah Jawa Barat sebagai upaya membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pangan menjelang Idul Adha.
āUntuk ketersediaan pangan di Garut sampai saat ini masih aman dan mencukupi. Dalam kegiatan GPM ini kami menyiapkan sekitar 3,5 ton komoditas pangan dengan harga di bawah pasar karena langsung bekerja sama dengan pelaku usaha dan Perum Bulog,ā kata Yani.
Ditemui Reporter Jabar Now, Yani menjelaskan, harga yang ditawarkan dalam GPM mengacu pada ketentuan Harga Eceran Tertinggi (HET), sehingga masyarakat bisa mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih ringan dibandingkan harga di pasaran.
Dalam kegiatan tersebut, sejumlah kebutuhan pokok dijual dengan harga terjangkau, di antaranya tepung terigu Rp11 ribu, gula pasir Rp18 ribu, telur ayam ras Rp27 ribu, daging ayam Rp35 ribu, minyak goreng Rp19 ribu, hingga beras premium Rp15 ribu per kilogram. Selain itu, tersedia pula paket sayuran murah dan berbagai produk olahan pangan lokal.
Yani menambahkan, tingginya minat pelaku usaha pangan lokal menjadi dorongan bagi pemerintah daerah untuk terus memperluas program promosi dan pemasaran produk UMKM pangan di Garut.
āSaat ini pelaku usaha pangan olahan sangat antusias. Kami melihat produk-produk lokal Garut mulai berkembang dan memiliki potensi besar untuk dipasarkan lebih luas,ā katanya.
Sementara itu, Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, mengapresiasi penyelenggaraan GPM yang dinilai mampu mempertemukan langsung produsen dengan masyarakat. Menurutnya, kegiatan seperti ini tidak hanya membantu menjaga daya beli warga, tetapi juga membuka peluang pasar bagi pelaku usaha lokal.
āSaya melihat sekarang banyak petani dan pelaku usaha yang sudah berkembang, bukan hanya menjual komoditas mentah tetapi juga produk olahan yang punya nilai tambah,ā ujar Syakur.
Ia juga menegaskan pentingnya promosi produk pangan lokal, baik secara langsung maupun melalui platform digital. Pemkab Garut, menurutnya akan mendorong hadirnya gerai khusus produk olahan lokal di berbagai kegiatan besar agar masyarakat dan wisatawan lebih mudah mendapatkan oleh-oleh khas Garut.
Dengan adanya Gerakan Pangan Murah ini, Pemkab Garut berharap harga kebutuhan pokok tetap stabil menjelang Idul Adha 1447 Hijriyah sekaligus membantu meningkatkan pemasaran produk pangan lokal hasil karya masyarakat Garut. (SLT)



Komentar