top of page

Dari Awal Tahun Hingga Kini, KA Cikuray Jadi Primadona Pelanggan Daop 2 Bandung

  • Gambar penulis: Admin02
    Admin02
  • 23 Jul
  • 2 menit membaca


Bandung (PRSSNIJabar) - Kereta api masih jadi andalan masyarakat untuk bepergian. Hal itu terlihat dari data KAI Daop 2 Bandung sepanjang Semester I 2026. Selama Januari hingga Juni, jumlah pelanggan yang berangkat dari wilayah Daop 2 Bandung mencapai 2.775.198 orang, naik 11,2 persen dibanding periode sama tahun 2025 yang sebanyak 2.495.704 orang.


Dari sekian banyak layanan, KA Cikuray menempati posisi teratas sebagai kereta favorit. Kereta relasi Garut–Pasar Senen itu melayani 152.708 pengguna jasa. Disusul KA Kahuripan dengan 132.310 penumpang dan KA Kutojaya Selatan sebanyak 124.051 penumpang.


Sepuluh besar kereta paling banyak digunakan selanjutnya adalah KA Papandayan 115.503 penumpang, KA Pangandaran 95.213 penumpang, KA Malabar relasi 70 sebanyak 77.719 penumpang, KA Mutiara Selatan 74.205 penumpang, KA Lodaya 63.992 penumpang, KA Malabar relasi 68 sebanyak 57.124 penumpang, dan KA Serayu 55.539 penumpang.


Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung Kuswardojo mengatakan tingginya okupansi pada sejumlah kereta menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap moda transportasi rel semakin kuat.


"KA Cikuray, Kahuripan, Kutojaya Selatan, hingga Papandayan menjadi pilihan utama masyarakat karena mampu menjawab kebutuhan mobilitas dengan tarif yang kompetitif, jadwal perjalanan yang sesuai, serta layanan yang terus kami tingkatkan. Peningkatan jumlah pelanggan ini menjadi motivasi bagi KAI untuk terus menghadirkan pelayanan terbaik kepada seluruh pengguna jasa," ujar Kuswardojo di Bandung, Rabu (22/7).


Selain kereta favorit, data juga mencatat 10 stasiun tujuan paling diminati penumpang yang berangkat dari Daop 2 Bandung. Stasiun Gambir di Jakarta masih menjadi destinasi utama dengan 268.008 penumpang. Posisi kedua ditempati Stasiun Yogyakarta dengan 187.471 penumpang, lalu Stasiun Pasarsenen 123.034 penumpang, Stasiun Bekasi 85.047 penumpang, dan Stasiun Jatinegara 76.212 penumpang.


Berikutnya ada Stasiun Kutoarjo 75.030 penumpang, Stasiun Lempuyangan 71.936 penumpang, Stasiun Surabaya Gubeng 71.032 penumpang, Stasiun Solo Balapan 55.449 penumpang, dan Stasiun Purwokerto 43.013 penumpang.


Kuswardojo menilai dominasi tujuan ke Jakarta, Yogyakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur menunjukkan kereta api tetap relevan untuk berbagai kebutuhan. Mulai dari urusan bisnis, kuliah, wisata, hingga silaturahmi.


"Destinasi seperti Gambir, Yogyakarta, Pasarsenen, hingga Surabaya Gubeng terus menjadi tujuan favorit karena memiliki aktivitas ekonomi, pendidikan, dan pariwisata yang tinggi. KAI Daop 2 Bandung berkomitmen memastikan seluruh perjalanan berlangsung aman, nyaman, tepat waktu, serta didukung pelayanan yang semakin modern dan mudah diakses," tambahnya.


Untuk mendukung peningkatan jumlah penumpang, KAI Daop 2 Bandung terus melakukan pembenahan. Kini masyarakat bisa memesan tiket lebih mudah lewat aplikasi Access by KAI. Fasilitas di stasiun dan di dalam kereta juga ditingkatkan. Di beberapa stasiun sudah diterapkan Face Recognition Boarding Gate agar proses boarding lebih cepat. Aspek keselamatan dan keamanan operasional juga terus diperkuat melalui perawatan sarana dan koordinasi dengan pihak terkait.


KAI mengimbau masyarakat merencanakan perjalanan lebih awal dan datang ke stasiun sebelum jadwal keberangkatan agar proses naik kereta berjalan lancar.


"Kepercayaan masyarakat yang terus meningkat merupakan amanah yang akan terus kami jaga. KAI Daop 2 Bandung akan terus berkomitmen menghadirkan layanan transportasi publik yang aman, selamat, nyaman, tepat waktu, dan berkelanjutan sehingga kereta api tetap menjadi moda transportasi pilihan masyarakat," tutup Kuswardojo. (IGN)

Komentar


© 2025 by PRSSNI Daerah Jawa Barat
prssnijabar@gmail.com |  Tel: 022-2038362

bottom of page