Cicadas Ditata, Pemkot Pilih Jalan Dialog
- Admin02

- 21 Mei
- 2 menit membaca
Diperbarui: 21 Mei
Bandung (PRSSNIJabar) - Penataan pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Cicadas akhirnya memasuki babak baru. Setelah bertahun-tahun semrawut dan dipenuhi lapak yang menutup akses jalan hingga saluran air, Pemerintah Kota Bandung mulai bergerak lebih serius. Namun berbeda dari pola penertiban yang selama ini identik dengan ketegangan, Pemkot memilih pendekatan yang lebih lunak: dialog panjang dan pembongkaran mandiri.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan memastikan proses penertiban di ruas Jalan Ahmad Yani telah selesai pada Selasa, 19 Mei 2026 dini hari. Selanjutnya, penataan akan berlanjut ke kawasan Jalan Cipadung sebagai bagian dari penataan menyeluruh di wilayah Cicadas.
Farhan menegaskan, keberhasilan penataan tidak datang dari tekanan, melainkan komunikasi yang dibangun secara bertahap dengan para pedagang. Menurutnya, pendekatan humanis menjadi kunci agar proses berjalan tanpa konflik.
āKalau mau menggusur orang itu harus ngobrol dulu. Memang prosesnya lama tapi hasilnya lebih baik,ā ujar Farhan di Balai Kota Bandung, Rabu (20/5/2026).
Pernyataan itu sekaligus menjadi penegasan bahwa Pemkot tidak ingin sekadar memindahkan persoalan. Penataan dilakukan dengan menjaga ruang hidup para pedagang kecil yang selama ini menggantungkan ekonomi keluarga dari aktivitas di pinggir jalan.
Farhan mengaku terus memantau langsung perkembangan di lapangan. Bahkan hingga Selasa dini hari, ia masih berada di kawasan Cicadas bersama gabungan organisasi perangkat daerah untuk memastikan proses berjalan tuntas dan kondusif.
Setelah lapak dibongkar, pekerjaan rumah berikutnya justru lebih besar: membenahi infrastruktur dasar yang selama ini tertutup bangunan liar. Salah satu fokus utama ialah perbaikan sistem drainase yang selama bertahun-tahun terganggu akibat kontrol bak tertutup lapak PKL.
āDrainase akan diperbaiki dulu karena banyak kontrol bak yang tertutup. Itu yang sekarang dibenahi,ā katanya.
Langkah ini dinilai penting karena kawasan Cicadas kerap dilanda genangan saat hujan deras. Pemkot berharap pembukaan akses drainase bisa mengembalikan fungsi saluran air sekaligus memperbaiki wajah kawasan perdagangan tersebut.
Meski penertiban dilakukan, Farhan memastikan para PKL tidak sepenuhnya disingkirkan. Pemkot tengah menyiapkan konsep baru agar pedagang tetap bisa berusaha di lokasi yang sama, namun dengan tata kelola yang lebih tertib, bersih, dan nyaman bagi masyarakat.
Ia juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang dinilai memberi dorongan kuat terhadap proses penataan kawasan Cicadas.
āAlhamdulillah dibantu oleh Pak Gubernur. Jadi, ada dorongan tenaga yang sangat kuat dari Pak Gubernur,ā pungkasnya.



Komentar