top of page

Cegah Barang Tertinggal, KAI Minta Pelanggan Luangkan Waktu Sebelum Turun

  • Gambar penulis: Admin02
    Admin02
  • 10 Agu
  • 2 menit membaca


Bandung (PRSSNIJabar) - Kereta Api selalu menjadi pilihan bagi masyarakat untuk bepergian, baik untuk liburan atau pun hal lainnya. Di tengah meningkatnya mobilitas tersebut, PT Kereta Api Indonesia (Persero) mengingatkan pelanggan agar tidak terburu-buru saat turun dari kereta dan memastikan seluruh barang bawaan sudah dibawa.


Imbauan sederhana ini penting, terutama ketika pelanggan bepergian bersama keluarga, membawa banyak barang, atau berada di stasiun yang ramai. Mengecek kembali kursi, rak bagasi, hingga area sekitar tempat duduk hanya membutuhkan waktu beberapa saat, tetapi dapat mencegah barang tertinggal.


Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, kebiasaan memeriksa barang sebelum turun merupakan langkah sederhana yang dapat membuat perjalanan berakhir lebih nyaman.


ā€œKadang karena terburu-buru ingin turun atau mengejar waktu, pelanggan lupa mengecek kembali barang bawaannya. Kami mengimbau agar sebelum meninggalkan kereta, luangkan waktu sebentar untuk memastikan tidak ada barang yang tertinggal, terutama di rak bagasi dan bawah kursi,ā€ ujar Anne, akhir pekan lalu.


Data KAI menunjukkan, sepanjang Januari hingga Juli 2026 terdapat 14.890 barang temuan yang berhasil diamankan petugas di berbagai wilayah operasional. Total nilai barang tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp10,84 miliar.


Dari jumlah itu, sebanyak 10.795 merupakan barang kategori biasa, 3.371 barang berharga, dan 724 berupa makanan. Barang berharga yang ditemukan antara lain telepon seluler, tablet, laptop, perhiasan, uang tunai, perangkat elektronik, hingga barang pribadi bernilai lainnya.


Khusus sepanjang Juli 2026, KAI mencatat tambahan 2.234 barang temuan dengan estimasi nilai sekitar Rp1,98 miliar. Dari jumlah tersebut, 502 merupakan barang berharga.


Seluruh barang yang ditemukan petugas kemudian dicatat dan diamankan melalui layanan Lost and Found KAI. Upaya tersebut juga menunjukkan hasil. Hingga akhir Juli 2026, sebanyak 7.066 barang telah berhasil dikembalikan kepada pemiliknya setelah melalui proses pencatatan dan verifikasi.


Menurut Anne, data tersebut sekaligus menunjukkan bahwa kehilangan barang di perjalanan bukan persoalan yang sepenuhnya sulit ditangani. Kecepatan pelanggan dalam melapor menjadi salah satu faktor penting untuk memperbesar peluang barang ditemukan dan dikembalikan.


ā€œKalau pelanggan menyadari ada barang yang tertinggal, jangan menunggu terlalu lama untuk melapor. Semakin cepat informasi diterima petugas, semakin mudah kami melakukan penelusuran dan berkoordinasi dengan petugas di kereta maupun stasiun,ā€ katanya.


Pelanggan yang kehilangan barang dapat segera melapor kepada Customer Service, Passenger Service, kondektur, atau petugas keamanan. Informasi seperti nama atau nomor KA, relasi perjalanan, nomor kereta dan tempat duduk, waktu perjalanan, serta ciri-ciri barang akan membantu proses pencarian.


Jika barang ditemukan, KAI akan mengamankannya hingga dapat diambil oleh pemilik setelah melalui proses verifikasi. Pelanggan yang sudah meninggalkan stasiun juga dapat menyampaikan laporan melalui Contact Center KAI121 di nomor 121, email cs@kai.id, maupun media sosial resmi KAI121.


ā€œKami ingin perjalanan pelanggan tidak hanya aman dan lancar, tetapi juga berakhir dengan nyaman. Karena itu, kami mengajak pelanggan menjadikan pengecekan barang sebagai kebiasaan setiap kali akan turun dari kereta,ā€ tutup Anne. (IGN)

Komentar


© 2025 by PRSSNI Daerah Jawa Barat
prssnijabar@gmail.com |  Tel: 022-2038362

bottom of page