Bukan Sekadar Persiapan Upacara 17 Agustus, Penataan Gedung Sate Juga Untuk Ruang Publik
- Admin02

- 14 Agu
- 2 menit membaca

Bandung (PRSSNIJabar) - Penataan kawasan Gedung Sate terus dikebut menjelang momentum besar Agustus 2026. Selain dipersiapkan sebagai lokasi upacara HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus, kawasan ikonik Jawa Barat itu juga diarahkan menjadi ruang publik yang mendukung berbagai kegiatan pemerintah dan masyarakat.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat memastikan bagian halaman depan Gedung Sate yang digunakan untuk rangkaian upacara kemerdekaan sudah dapat difungsikan sesuai jadwal. Sementara itu, penataan keseluruhan kawasan masih akan berlanjut hingga akhir tahun.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jawa Barat, Adi Komar, mengatakan pekerjaan dilakukan dengan mempertimbangkan agenda besar yang akan berlangsung di kawasan Gedung Sate, termasuk rangkaian kegiatan memperingati HUT RI dan momentum HUT Provinsi Jawa Barat.
āBeberapa space yang akan digunakan untuk 17 Agustus, karena ini sebagian dari semua kegiatan, itu bisa sesuai rencana untuk halaman Gedung Sate yang akan digunakan,ā kata Adi, Kamis (13/8).
Menurut dia, kesiapan halaman depan menjadi prioritas karena kawasan tersebut akan menjadi salah satu pusat aktivitas dalam peringatan kemerdekaan. Karena itu, koordinasi antara pelaksana pekerjaan, Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (DBMPR) serta Biro Umum Setda Jabar terus dilakukan.
Adi memastikan pekerjaan yang berkaitan langsung dengan pelaksanaan upacara ditargetkan selesai sebelum 17 Agustus.
āDari penyelenggara, dari Bina Marga maupun dari Biro Umum, sudah merencanakan akan selesai sebelum tanggal 17 Agustus untuk halaman ini,ā ujarnya.
Salah satu fasilitas yang muncul dalam penataan halaman depan adalah bangunan berbentuk saung. Adi menjelaskan, fasilitas tersebut dibuat untuk menunjang kegiatan upacara dan bukan merupakan bagian dari desain permanen Gedung Sate.
āItu memang digunakan untuk kegiatan 17-an, untuk kegiatan ini, upacara ini,ā katanya.
Meski sementara, saung tersebut kemungkinan masih dipertahankan selama beberapa waktu setelah rangkaian upacara selesai. Keberadaannya diharapkan dapat memberikan ruang bagi masyarakat untuk menikmati kawasan Gedung Sate.
Namun, konsep utama penataan halaman depan tetap mengedepankan ruang terbuka. Adi menyebut area tersebut nantinya diarahkan menjadi lapangan terbuka yang dapat digunakan untuk berbagai aktivitas publik.
āIya, lapangan terbuka,ā ujarnya.
Dalam proses penataan, Pemprov Jabar juga memastikan karakter historis Gedung Sate tetap dijaga. Candi Bentar yang selama ini menjadi bagian pembatas kawasan akan tetap dipertahankan untuk membedakan ruang publik dan area perkantoran.
Hal serupa berlaku bagi Prasasti Pekerjaan Umum (PU). Meskipun lokasi penempatannya masih dikaji, simbol bersejarah tersebut dipastikan tetap berada di lingkungan Gedung Sate.
āYang pasti penempatannya akan ada di dalam area Gedung Sate, karena dari sisi sejarah juga memang kawasan Gedung Sate. Artinya semua titik di Gedung Sate itu pasti ada nilai-nilainya,ā tutur Adi.
Dengan penataan yang berlangsung bertahap, Gedung Sate tidak hanya dipersiapkan menyambut HUT ke-81 RI, tetapi juga diarahkan menjadi ruang yang lebih terbuka bagi masyarakat sekaligus tetap menjaga nilai sejarahnya sebagai salah satu ikon utama Jawa Barat. (IGN)



Komentar