top of page

Angin Segar Pariwisata, Pemkot Bandung Siap Reaktivasi Bandara Husein

  • Gambar penulis: Admin02
    Admin02
  • 27 Mei
  • 2 menit membaca

Bandung (PRSSNIJabar) - Rencana reaktivasi Bandara Husein Sastranegara disambut optimistis oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung. Kehadiran kembali penerbangan komersial di bandara yang berada di tengah kota itu diyakini bakal menjadi pemicu kebangkitan sektor pariwisata Bandung yang selama beberapa tahun terakhir kehilangan salah satu akses utamanya.


Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menyebut, langkah pemerintah pusat menghidupkan kembali Bandara Husein bukan sekadar soal transportasi udara, melainkan bagian penting untuk menggerakkan kembali roda ekonomi dan industri wisata Kota Bandung.


Menurut Farhan, instruksi reaktivasi disampaikan Presiden RI usai kunjungan kerja ke Bandung, Senin (25/5/2026) lalu. Pemerintah pusat disebut ingin mengembalikan fungsi strategis Bandara Husein seperti sebelum pembatasan penerbangan diberlakukan.


ā€œReaktivasi Bandara Husein akan menjadi dorongan besar bagi pertumbuhan ekonomi dan pariwisata Kota Bandung,ā€ kata Farhan di Pendopo Kota Bandung, Rabu (27/5/2026).


Selama ini, Kota Bandung dikenal sebagai salah satu destinasi wisata favorit di Indonesia. Wisata belanja, kuliner, alam hingga agenda kreatif menjadi daya tarik utama yang selalu mendatangkan wisatawan dari berbagai daerah bahkan mancanegara.


Namun setelah penerbangan komersial dialihkan, jumlah wisatawan yang datang langsung ke Bandung disebut mengalami perubahan pola perjalanan. Banyak wisatawan harus menempuh waktu lebih panjang dari luar kota sebelum tiba di pusat Bandung.


Dengan kembali aktifnya Bandara Husein, wisatawan nantinya bisa langsung mendarat di pusat kota dan lebih cepat menjangkau kawasan wisata unggulan seperti Braga, Dago, Lembang, hingga kawasan selatan Bandung seperti Ciwidey dan Rancabali.


Kondisi tersebut diprediksi akan berdampak langsung terhadap tingkat hunian hotel, okupansi penginapan, pertumbuhan restoran, hingga geliat pelaku UMKM dan ekonomi kreatif.


Wali Kota Farhan mengatakan, sebelum pembatasan penerbangan terjadi, Bandara Husein memiliki kontribusi besar terhadap mobilitas wisatawan. Pada 2019, jumlah penumpang tercatat mencapai sekitar 3,8 juta orang, termasuk ratusan ribu wisatawan internasional.


ā€œDulu wisatawan sangat mudah datang ke Bandung. Ini yang ingin kita hidupkan kembali,ā€ katanya.


Pemerintah Kota Bandung pun mulai menyiapkan sejumlah dukungan infrastruktur untuk memperlancar akses menuju bandara. Salah satu yang menjadi perhatian yakni penataan jalur dari arah Tol Pasteur menuju kawasan Bandara Husein melalui area PT Dirgantara Indonesia dan kompleks TNI AU.


Selain itu, penyelesaian Jalan Layang Nurtanio juga diyakini akan mempercepat konektivitas kendaraan dari berbagai titik menuju bandara.

Farhan optimistis, kebangkitan Bandara Husein nantinya akan menjadi momentum baru bagi industri pariwisata Bandung yang selama ini menjadi salah satu penopang utama ekonomi kota.


Saat ini, proses kajian reaktivasi masih dibahas pemerintah pusat bersama Bappenas, termasuk terkait skema investasi dan pembiayaan pengembangan bandara.


ā€œMudah-mudahan semuanya berjalan lancar dan Bandung kembali menjadi kota tujuan utama wisata di Indonesia,ā€ pungkasnya. (IGN)

Komentar


© 2025 by PRSSNI Daerah Jawa Barat
prssnijabar@gmail.com |  Tel: 022-2038362

bottom of page