Warga Mekarjati Ciamis Tak Lagi Naik Turun Lembah Ambil Air, Polres Pasang Pipa 300 Meter


Ciamis (PRSSNIJabar) - Musim kemarau mulai membuat warga Kabupaten Ciamis kesulitan mendapatkan air bersih. Salah satunya dirasakan puluhan keluarga di Desa Mekarjati, Kecamatan Sukadana.
Selama ini, warga harus menempuh medan terjal, curam dan licin sekitar 300 meter menuju lembah untuk mengambil air dari sumber yang berada di bawah permukiman.
Tak jarang, warga harus naik turun sambil membawa ember berisi air. Kondisi tersebut menjadi persoalan tersendiri, terutama bagi warga lanjut usia (lansia).
Kesulitan warga itu mendapat perhatian jajaran Polres Ciamis. Polisi bersama sejumlah elemen masyarakat kemudian memasang jaringan pipa sepanjang kurang lebih 300 meter untuk mengalirkan air dari sumber menuju permukiman.
Kapolres Ciamis AKBP Eko Iskandar meninjau langsung proses pemasangan jaringan pipa tersebut, Rabu (9/9/2026).
Menurut Eko, pemasangan pipa dilakukan untuk memudahkan masyarakat mendapatkan air bersih tanpa harus menempuh medan berbahaya sambil membawa beban berat.
āAlhamdulillah, hari ini jajaran Polres Ciamis membantu masyarakat di Desa Mekarjati. Kita memasang saluran pipa sepanjang kurang lebih 300 meter dengan kondisi medan yang memang menurun curam,ā ujar Eko.
Selama ini, lanjut dia, masyarakat harus naik turun menuju sumber air dengan membawa ember. Kondisi semakin sulit ketika musim kemarau berkepanjangan.
āApalagi ini musim kering, jadi sangat kesulitan. Pemasangan pipa ini untuk memudahkan masyarakat mengakses air bersih,ā katanya.
Bantuan tersebut diperkirakan memberikan manfaat bagi sekitar 80 kepala keluarga atau sekitar 400 jiwa di Desa Mekarjati.
Sebelum pemasangan, jajaran Polres Ciamis terlebih dahulu melakukan survei untuk melihat kondisi lapangan dan kebutuhan warga.
Dari hasil survei, akses menuju sumber air dinilai cukup berisiko, khususnya bagi warga lanjut usia yang harus membawa air dengan berjalan kaki melalui medan menurun dan licin.
Eko mengatakan, bantuan tersebut berawal dari informasi yang disampaikan masyarakat melalui kanal media sosial kepolisian, termasuk pesan langsung atau direct message (DM).
āBantuan ini bermula dari informasi masyarakat, termasuk pesan singkat (DM) yang masuk ke kami. Tadi kita lihat sendiri ke bawah, jalannya sangat susah bagi warga yang sudah berusia lanjut karena harus naik turun membawa beban berat,ā tuturnya.
Polres Ciamis, kata Eko, juga telah melakukan pemetaan terhadap sejumlah wilayah lain yang mengalami persoalan serupa akibat musim kemarau.
āSelain di sini, ada beberapa titik lain yang sudah masuk target pemetaan bantuan kami,ā katanya.
Dalam upaya memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak kekeringan, Polres Ciamis menggandeng sejumlah elemen masyarakat dan pengusaha lokal.
Gotong royong tersebut diharapkan dapat mempercepat penanganan persoalan air bersih di wilayah yang mengalami kekeringan
Eko memastikan jaringan pipa yang telah dipasang masih memungkinkan untuk dikembangkan dan dicabangkan ke sejumlah titik permukiman lainnya.
Namun, pengembangan jaringan akan disesuaikan dengan debit sumber air dan kebutuhan masyarakat.
āKe depan akan kita coba kembangkan lagi karena pipa ini bisa dicabangkan sesuai kebutuhan masyarakat di lapangan,ā ujarnya.
Polres Ciamis juga berkomitmen terus bersinergi dengan pemerintah daerah dan berbagai elemen masyarakat untuk membantu warga yang terdampak musim kemarau.
āKami akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat untuk menghadirkan kegiatan yang membawa manfaat langsung,ā pungkas Eko. (AST)



Komentar