Wagub Erwan Yakin Jabar Kembali Jadi Juara Umum Adinata Syariah 2026
- Admin03

- 22 Mei
- 2 menit membaca
Bandung (PRSSNIJabar) - Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat optimistis bisa kembali mempertahankan predikat juara umum dalam Anugerah Adinata Syariah 2026.
Optimisme itu disampaikan Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan saat menghadiri Validasi Data Anugerah Adinata Syariah bersama Dewan Juri di Ruang Edukasi Masjid Raya Al-Jabbar, Kota Bandung, Kamis (21/5/2026).
Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut surat Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) terkait validasi data penghargaan ekonomi syariah daerah tingkat provinsi. Jawa Barat sendiri berhasil masuk tiga besar provinsi terbaik dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah daerah.
“Ini tentu menjadi kebanggaan bagi kita semua. Tahun lalu Jawa Barat berhasil menjadi juara umum dengan capaian terbaik di berbagai kategori,” ujar Erwan.
Menurutnya, keberhasilan tersebut menjadi motivasi agar seluruh pemangku kepentingan terus memperkuat ekosistem ekonomi syariah di Jawa Barat.
Pada tahun 2025 lalu, Jawa Barat berhasil meraih penghargaan tertinggi di sembilan kategori dari total 12 kategori yang dilombakan. Sementara pada tahun ini jumlah kategori bertambah menjadi 14 kategori.
Karena itu, Erwan meminta seluruh pihak melakukan evaluasi dan perbaikan agar capaian Jawa Barat semakin optimal.
Ia menegaskan, keberhasilan Jawa Barat bukan sesuatu yang datang secara instan, melainkan hasil kerja bersama lintas sektor dalam membangun ekonomi syariah yang inklusif dan berkelanjutan.
“Capaian ini hasil kerja bersama seluruh stakeholder dan sinergi lintas sektor untuk menghadirkan ekosistem ekonomi syariah yang kuat serta bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.
Erwan menambahkan, Pemda Provinsi Jawa Barat akan terus memperluas pengembangan ekonomi syariah di berbagai sektor. Mulai dari industri halal, pariwisata ramah muslim, pendidikan pesantren, perbankan syariah hingga penguatan sertifikasi halal.
Bahkan, pihaknya juga mendorong hadirnya kawasan industri syariah di Jawa Barat. Menurut dia, mayoritas pekerja industri di Jawa Barat merupakan muslim sehingga perlu dukungan ekosistem yang sesuai prinsip syariah.
“Mulai dari sarana ibadah, makanan halal sampai fasilitas pendukung lainnya harus diperkuat,” ujarnya
Tak hanya sektor industri, Erwan juga menyoroti sektor sport tourism yang dinilai perlu masuk dalam pengembangan ekosistem syariah. Salah satunya di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) yang menjadi markas Persib Bandung.
Menurutnya, stadion kebanggaan warga Jawa Barat itu perlu dilengkapi fasilitas ibadah representatif bagi para pengunjung, khususnya Bobotoh muslim.
Sementara itu, Ketua Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) Jawa Barat, Diana Sari mengatakan, Jawa Barat terus melakukan pembenahan meski sebelumnya berhasil menjadi juara umum.
“Kami tidak berdiam diri setelah mendapatkan juara umum. Kami terus berusaha memantaskan bahwa predikat itu memang layak diterima Jawa Barat,” katanya.
Diana menyebut, Jawa Barat memiliki potensi besar sebagai pusat ekonomi syariah nasional dengan jumlah penduduk muslim mencapai sekitar 50,4 juta jiwa.
Potensi tersebut diperkuat pertumbuhan industri halal, wisata ramah muslim, keuangan syariah hingga pemberdayaan ekonomi pesantren.
Saat ini, kata Diana, Jawa Barat menjadi provinsi dengan jumlah produk bersertifikat halal terbanyak di Indonesia. Selain itu, Jawa Barat juga mencatat berbagai capaian strategis, di antaranya wisata halal terbaik nasional dalam Indonesia Muslim Travel Index 2025 serta pengembangan 21 zona KHAS (Kuliner Halal, Aman dan Sehat).
Tak hanya itu, pertumbuhan aset perbankan syariah di Jawa Barat juga mencapai sekitar Rp105 triliun pada 2025.
Jawa Barat pun memiliki 12.977 pesantren atau sekitar 30,6 persen dari total pesantren di Indonesia. Kondisi itu dinilai menjadi modal besar dalam pengembangan ekonomi syariah berbasis pesantren.
“Dari Jawa Barat kami ingin membuktikan bahwa ekonomi syariah bukan hanya unggul dalam nilai, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” ujar Diana. (AMJ)



Komentar