top of page

Viman Dorong Percepatan Pembangunan Jembatan Penghubung Tasikmalaya-Ciamis

  • Gambar penulis: Admin02
    Admin02
  • 14 Jul
  • 2 menit membaca



Tasikmalaya (PRSSNIJabar) - Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi, mendorong percepatan pembangunan jembatan penghubung antara Kota Tasikmalaya dan Kabupaten Ciamis sebagai upaya meningkatkan konektivitas dan memperlancar aktivitas masyarakat di wilayah perbatasan. Salah satu proyek yang menjadi prioritas adalah pembangunan jembatan penghubung Desa Wanasigra, Kecamatan Sindangkasih, Kabupaten Ciamis, dengan Kelurahan Sukamenak, Kecamatan Purbaratu, Kota Tasikmalaya.


Menurut Viman, keberadaan jembatan tersebut memiliki peran strategis karena tidak hanya mempermudah mobilitas warga, tetapi juga membuka akses distribusi hasil pertanian, perdagangan, hingga mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan perbatasan kedua daerah.


Ia mengungkapkan, Balai Jalan Provinsi Jawa Barat telah menyiapkan berbagai aspek teknis, termasuk penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB). Saat ini, pemerintah daerah tinggal menunggu realisasi pembangunan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.


"Balai Jalan Provinsi Jawa Barat sudah menyiapkan kondisi teknis termasuk RAB. Kita tinggal menunggu pelaksanaan pembangunan dari provinsi, baik untuk jalan lingkungan maupun jembatan penghubung," ujar Viman, Senin (13/7/2026).


Selain jembatan yang menghubungkan Wanasigra dan Sukamenak, Pemerintah Kota Tasikmalaya juga tengah mengupayakan pembangunan jembatan lain yang akan menghubungkan Desa Wanasigra dengan wilayah Sukalersa, Kecamatan Purbaratu.


Namun demikian, Viman mengakui masih terdapat kendala yang harus diselesaikan, terutama terkait pembebasan lahan. Menurutnya, persoalan tersebut hanya terjadi di wilayah Kota Tasikmalaya, sedangkan di Kabupaten Ciamis prosesnya tidak mengalami hambatan.


"Di sisi Kota Tasikmalaya masih terdapat persoalan pembebasan lahan, sementara di wilayah Kabupaten Ciamis tidak. Perbedaan ini perlu disepakati bersama agar pembangunan bisa segera berjalan," katanya.


Viman berharap Pemerintah Provinsi Jawa Barat dapat memberikan dukungan penuh, baik melalui kebijakan maupun penganggaran, sehingga pembangunan kedua jembatan tersebut dapat segera direalisasikan.


"Anggaran pembangunan akan dibantu oleh Pemprov. Kita berharap proses ini berjalan lancar sehingga masyarakat di perbatasan Tasikmalaya-Ciamis bisa segera menikmati akses yang lebih baik," tegasnya.


Dorongan percepatan pembangunan ini menjadi kelanjutan dari penyelesaian polemik akses jembatan yang sempat terjadi beberapa waktu lalu. Sebelumnya, Kepala Desa Wanasigra, Yudi Wahyudi, menutup akses jembatan menggunakan rumpun bambu sebagai bentuk protes terhadap persoalan akses jalan dan pembebasan lahan.


Persoalan tersebut kemudian mendapat perhatian langsung dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang turun ke lokasi pada Sabtu (4/7/2026). Saat itu, Dedi membuka kembali akses jembatan dan berjanji mempercepat penyelesaian persoalan dengan mengundang Pemerintah Kota Tasikmalaya, Pemerintah Kabupaten Ciamis, Lurah Sukamenak, serta Kepala Desa Wanasigra untuk mencari solusi bersama.


Selain itu, Gubernur juga memastikan pembangunan akses jalan menuju Sukamenak sepanjang sekitar 400 meter dengan nilai anggaran sekitar Rp1,5 miliar.


Apabila seluruh proses berjalan sesuai rencana, pembangunan jembatan dan akses jalan tersebut diharapkan mampu meningkatkan konektivitas antarwilayah, mempercepat distribusi hasil pertanian dan perdagangan, serta memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat di perbatasan Kota Tasikmalaya dan Kabupaten Ciamis. (AST)

Komentar


© 2025 by PRSSNI Daerah Jawa Barat
prssnijabar@gmail.com |  Tel: 022-2038362

bottom of page