Transformasi Digital Penyiaran Jadi Tema Puncak Harsiarda Jabar 2026


Bandung (PRSSNIJabar) - Perkembangan teknologi digital membawa perubahan besar dalam dunia penyiaran. Di tengah perubahan tersebut, keberadaan penyiaran lokal dinilai tetap memiliki peran penting dalam menjaga nilai, budaya, dan kearifan lokal di tengah masyarakat.
Semangat itulah yang akan diangkat Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Jawa Barat dalam Puncak Peringatan Hari Penyiaran Daerah (Harsiarda) Jawa Barat 2026.
Mengusung tema “Transformasi Digital Penyiaran: Merawat Kearifan Lokal Menuju Jawa Barat Istimewa”, puncak Harsiarda Jabar 2026 dijadwalkan berlangsung pada 10 Oktober 2026 di Plaza Mekarsari, Kompleks Pemerintahan Kabupaten Bandung Barat.
Ketua Panitia Pelaksana Harsiarda Jabar sekaligus Koordinator Bidang Kelembagaan KPID Jawa Barat, Lukman Munawar Fauzi mengatakan Harsiarda tahun ini tidak hanya dirancang sebagai agenda seremonial, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat hubungan antara penyiaran dan masyarakat.
Hal itu disampaikan Lukman dalam rapat koordinasi yang berlangsung di Aula KPID Jabar, Bandung, Senin (7/9/2026).
“Puncak Hari Penyiaran Daerah Jawa Barat 2026 akan digelar pada 10 Oktober 2026 di Plaza Mekarsari, Kompleks Pemerintahan Kabupaten Bandung Barat. Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat peran penyiaran di tengah transformasi digital sekaligus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat,” kata Lukman.
Selain agenda utama peringatan Harsiarda, panitia menyiapkan sejumlah kegiatan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Di antaranya pemeriksaan kesehatan gratis, donor darah, konsultasi psikologis, senam sehat, hingga lomba mewarnai bagi anak-anak.
Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya KPID Jabar menghadirkan Harsiarda sebagai ruang interaksi yang lebih dekat dengan masyarakat, sekaligus memperluas makna penyiaran di tengah perkembangan teknologi komunikasi.
Tak hanya kegiatan sosial, Harsiarda 2026 juga akan menjadi panggung apresiasi bagi para pelaku dan insan penyiaran di Jawa Barat. Panitia akan mengumumkan sekaligus menyerahkan Piala Ketua KPID Jawa Barat dan Jaraswara Penyiaran sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi serta kontribusi dalam dunia penyiaran.
Lukman menegaskan, transformasi digital tidak semestinya membuat penyiaran kehilangan identitas lokalnya. Sebaliknya, perkembangan teknologi harus dimanfaatkan untuk memperluas jangkauan sekaligus memperkuat nilai-nilai daerah.
“Melalui Harsiarda 2026, KPID Jawa Barat bersama para mitra mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga nilai dan kearifan lokal di tengah perkembangan teknologi, sekaligus mendorong penyiaran yang semakin berkualitas, adaptif, dan dekat dengan masyarakat menuju Jawa Barat Istimewa,” tuturnya.
Dengan dukungan para mitra penyiaran dan Pemerintah Kabupaten Bandung Barat, Puncak Harsiarda Jabar 2026 diharapkan menjadi momentum untuk menegaskan bahwa penyiaran lokal masih memiliki tempat penting di tengah derasnya arus digitalisasi.
Bukan hanya sebagai sumber informasi dan hiburan, penyiaran juga diharapkan tetap menjadi ruang untuk merawat identitas, budaya, serta kearifan lokal Jawa Barat agar terus hidup dan relevan di tengah perubahan zaman. (GPWK).



Komentar