Tingkatkan Keselamatan, Daop 2 Benahi Perlintasan Sebidang di Bandung
- Admin02

- 7 Jun
- 2 menit membaca

Bandung (PRSSNIJabar) - Tingginya angka kecelakaan di perlintasan sebidang kembali menjadi sorotan. Di tengah masih banyaknya pengendara yang nekat menerobos rel saat kereta api melintas, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung melakukan perbaikan geometri jalur di perlintasan Jalan Sunda, Kota Bandung.
Perbaikan dilakukan di JPL Nomor 164 yang berada di KM 156+800/900, di antara Stasiun Bandung dan Stasiun Kiaracondong. Pekerjaan berlangsung mulai 6 hingga 12 Juni 2026 sebagai bagian dari upaya peningkatan keselamatan perjalanan kereta api dan pengguna jalan.
Langkah tersebut dilakukan di tengah tingginya angka kecelakaan pada perlintasan sebidang di Indonesia. Data PT KAI mencatat sejak 2023 hingga 24 Mei 2026 terjadi 1.074 kecelakaan di perlintasan sebidang dengan total 964 korban. Dari jumlah itu, sebanyak 370 orang meninggal dunia.
Ironisnya, sebagian besar kecelakaan dipicu kelalaian pengguna jalan sendiri. Sebanyak 88 persen insiden terjadi akibat pengendara tetap menerobos meski kereta api akan melintas.
Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, mengatakan perbaikan perlintasan sebidang menjadi langkah penting untuk memastikan jalur rel tetap aman dilalui kereta api sekaligus meminimalkan potensi kecelakaan.
āKeselamatan perjalanan kereta api tidak bisa ditawar. Karena itu, kondisi prasarana, khususnya di area perlintasan sebidang, harus terus dijaga agar operasional kereta api tetap aman dan andal,ā ujar Kuswardojo di Bandung, Sabtu (6/6/2026).
Ia menjelaskan, pekerjaan yang dilakukan mencakup penyesuaian elevasi rel, perbaikan kelandaian, penyempurnaan radius lengkung, penyesuaian lebar sepur, hingga pembenahan konstruksi di sekitar perlintasan.
Menurutnya, kondisi geometrik rel yang baik sangat berpengaruh terhadap keselamatan perjalanan kereta api, terutama pada jalur padat seperti lintas Bandung-Kiaracondong yang setiap hari dilalui berbagai perjalanan kereta.
Pekerjaan dibagi dalam dua tahap. Tahap pertama berupa perbaikan geometri jalur rel pada 6 hingga 9 Juni 2026. Selanjutnya tahap kedua berupa pemadatan dan pengaspalan jalan raya yang berlangsung pada 10 sampai 12 Juni 2026.
Selama proses pengerjaan berlangsung, sebagian badan jalan di sekitar lokasi perlintasan akan ditutup sementara. Kondisi itu diperkirakan memicu kepadatan lalu lintas, khususnya pada jam sibuk.
āKami memahami pekerjaan ini berpotensi menyebabkan perlambatan arus kendaraan. Namun pekerjaan harus dilakukan demi keselamatan perjalanan kereta api dan keamanan pengguna jalan di perlintasan tersebut,ā katanya.
KAI Daop 2 Bandung juga telah berkoordinasi dengan aparat kewilayahan dan instansi terkait untuk melakukan pengaturan lalu lintas selama pekerjaan berlangsung.
Di sisi lain, KAI kembali mengingatkan bahwa keselamatan di perlintasan sebidang tidak hanya bergantung pada prasarana, tetapi juga kedisiplinan masyarakat. Pengguna jalan diminta mematuhi rambu, berhenti sebelum rel, serta tidak memaksakan melintas saat sinyal peringatan aktif.
Saat ini, dari total 3.674 perlintasan sebidang di Indonesia, sebanyak 1.810 di antaranya masih merupakan perlintasan tidak dijaga. Kondisi tersebut dinilai menjadi salah satu faktor tingginya angka kecelakaan.
Karena itu, KAI terus mendorong penutupan perlintasan liar dan perlintasan berisiko tinggi. Hingga awal Juni 2026, sebanyak 118 lokasi prioritas telah berhasil ditutup dari target nasional 172 titik.
KAI berharap perbaikan prasarana dan penataan perlintasan sebidang dapat menekan angka kecelakaan yang selama ini masih menjadi ancaman serius bagi keselamatan perjalanan kereta api maupun pengguna jalan. (IGN)



Komentar