Tembus Hampir Sejuta Liter, Tagana Pangandaran Salurkan Air ke Lima Kecamatan Terdampak Kekeringan


Pangandaran (PRSSNIJabar) - Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Pangandaran terus menyalurkan bantuan air bersih ke wilayah yang terdampak kekeringan. Hingga 22 September 2026, bantuan yang disalurkan Tagana tercatat mencapai 980.000 liter.
Penyaluran air bersih tersebut dilakukan sejak 12 Agustus 2026 untuk memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak. Berdasarkan data yang dihimpun, bantuan tersebut diperuntukkan bagi 49.955 jiwa dari 17.055 Kepala Keluarga (KK). Tagana melakukan penyaluran secara berkala di lima kecamatan, yakni Cimerak, Cijulang, Cigugur, Parigi, dan Sidamulih.
Di sejumlah wilayah terdampak, sumber air warga seperti sungai dan sumur mengalami penurunan debit akibat kondisi kemarau. Sebagian sumber air bahkan dilaporkan mengering sehingga warga membutuhkan pasokan air bersih dari pemerintah dan tim penanganan bencana.
Penyaluran oleh Tagana menjadi bagian dari penanganan kekeringan di Kabupaten Pangandaran. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pangandaran, dampak kekeringan telah meluas ke 32 desa yang tersebar di sembilan kecamatan.
Secara keseluruhan, hingga 20 September 2026, bantuan air bersih yang dikirimkan tim gabungan tercatat lebih dari 1,69 juta liter. Jumlah tersebut antara lain berasal dari BPBD Pangandaran sebanyak 715.000 liter dan BBWS Citanduy sebanyak 120.000 liter.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pangandaran, Dodo Kusnadi, mengapresiasi keterlibatan berbagai unsur dalam penanganan kekeringan. Menurutnya, distribusi air terus dilakukan berdasarkan laporan dari pemerintah desa yang kemudian ditindaklanjuti dengan asesmen di lapangan.
"Pemutakhiran penanganan kekeringan sampai saat ini sudah mengirimkan air bersih lebih dari 1,69 juta liter. Itu belum termasuk lembaga lain yang juga ikut mengirimkan bantuan, seperti PMI dan pihak terkait lainnya," kata Dodo.
Pemkab Pangandaran mengimbau masyarakat menghemat penggunaan air bersih selama kondisi kemarau masih berlangsung. Warga juga diminta memanfaatkan pasokan air bantuan sesuai kebutuhan. (AST)



Komentar