Syukuran HUT ke-80 Kodam III/Siliwangi Digelar Sederhana, Sarat Makna untuk Masyarakat
- Admin03

- 23 Mei
- 2 menit membaca
Bandung (PRSSNIJabar) - Kodam III/Siliwangi genap berusia 80 tahun pada 20 Mei 2026. Momentum bersejarah itu diperingati lewat syukuran sederhana namun penuh makna di Graha Manggala Siliwangi, Jalan Aceh Nomor 66, Kota Bandung, Selasa 20 Mei 2026.
Dalam suasana khidmat, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan bahwa Siliwangi bukan sekadar institusi militer. Menurutnya, nama besar Siliwangi sudah menyatu dengan denyut kehidupan masyarakat Sunda.
“Siliwangi itu bukan hanya prajurit struktural yang organik dari TNI. Tetapi secara kultural, Siliwangi sudah menjadi bagian dari hidup rakyat Jawa Barat,” ujar KDM sapaan akrabnya
.
Ia mengatakan, legenda dan sejarah Siliwangi terus hidup di tengah masyarakat Sunda. Nilai-nilai itu kemudian menjelma menjadi spirit yang mengakar kuat dalam kehidupan warga Jawa Barat.
“Karena itu Kodam III/Siliwangi bukan hanya kodam yang terstruktur, tapi juga kodam yang kultural,” katanya.
Sementara itu, Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih mengungkapkan rasa syukur atas usia ke-80 Kodam III/Siliwangi. Ia menyebut, peringatan tahun ini sengaja dikemas sederhana dengan kegiatan yang langsung menyentuh masyarakat.
“Kita melaksanakan kegiatan yang mengena langsung kepada masyarakat. Sesuai arahan Pak Presiden, lingkungan harus asri, aman, sehat, resik dan indah. Itu kita kerjakan bersama masyarakat dengan gotong royong,” ungkapnya.
Selain fokus pada kegiatan sosial kemasyarakatan, Kodam III/Siliwangi juga terus memperkuat pembinaan internal prajurit. Salah satunya melalui kejuaraan Peleton Tangkas atau Ton Tangkas.
Dalam momentum HUT ke-80 ini, Batalyon Teritorial Pembangunan Padat (Yon TP) turut mencuri perhatian lewat prestasi yang diraih.
“Jadi bukan dilihat dari berapa lama jadi prajurit. Asal punya semangat berprestasi, yang baru pun bisa mengalahkan yang lebih senior,” kata Kosasih.
Ia juga menjelaskan, pembentukan Yon TP selaras dengan instruksi Menteri Pertahanan dan diyakini memberi dampak besar bagi pembangunan daerah.
“Kalau ada Yon TP, pemerataan pembangunan bisa lebih terjamin. Di mana ada prajurit, ekonomi pasti bergerak. Karena gaji prajurit dibelanjakan di wilayah tersebut sehingga ekonomi masyarakat ikut tumbuh,” jelasnya.
Lebih jauh, keberadaan Yon TP juga diproyeksikan memperkuat stabilitas keamanan, menekan angka kriminalitas, hingga mempercepat penanganan bencana alam.
“Kalau terjadi bencana, pasukan di daerah bisa langsung bergerak tanpa harus menunggu deploy dari pusat atau dari Bandung,” ujarnya.
Saat ini Kodam III/Siliwangi tercatat memiliki dua brigade dan tujuh batalyon yang tersebar di sejumlah wilayah strategis mulai dari Serang, Cirebon hingga Garut. (AMJ)



Komentar