top of page

Strategi Dua Kaki Penyiaran Jabar: Setia di Udara, Berjaya di Media Sosial

Gambar penulis: Admin03
Admin03
25 Sep
2 menit membaca

Karawang (PRSSNIJabar) - Menghadapi era digital berbasis internet yang melemahkan industri penyiaran nasional, bukan berarti bahwa radio harus mematikan pemancar dan TV harus merobohkan tower terestrialnya. Tantangan hari ini adalah bagaimana lembaga penyiaran tetap berdiri kokoh di jalur konvensional, namun lincah menari di platform media sosial.


Hal ini menjadi benang merah pemikiran dalam agenda Bintek Peningkatan SDM Penyiaran bertajuk "Optimalisasi Platform Digital untuk Menunjang Siaran On Air" yang digelar KPID Jawa Barat di Poltek Kepribadian Bangsa Indonesia, Karawang, Jumat (25/9/2026). Hadir pada event ini, Ketua Komisi I DPRD Jabar, Rahmat Hidayat Djati, Ketua KPID Jabar Adiyana Slamet, Direktur Mahaka Denny J. Sompie, Wakil Ketua PRSSNI Jabar Kemal Pasha.


Ketua Komisi I mengingatkan bahwa urgensi kehadiran radio dan TV di ruang digital adalah untuk menyelamatkan publik dari tsunami informasi palsu. "Media sosial hari ini darurat verifikasi. Lembaga penyiaran resmi harus hadir di sana sebagai penyeimbang," tuturnya. Rahmat juga berjanji akan terus menggedor pintu anggaran pemerintah (Banggar) agar transformasi digital penyiaran lokal mendapat suntikan dana yang layak.


"Jangan karena Gubernur kita Youtuber dan keren di Facebook atau medsos lainnya, lantas mengabaikan media terestrial. Karena televisi dan radio harus tetap dijaga keberadaannya," tandasnya.


Senada dengan itu, Ketua KPID Jabar, Adiyana Slamet, membedah strategi agar konten reguler TV dan radio bisa 'FYP' atau viral di internet. Menurutnya, kuncinya ada pada pengemasan ulang (repackaging).


"Program dan konten itu dua hal berbeda. Kita tidak bisa memindahkan siaran satu jam mentah-mentah ke internet. Kita harus main di durasi pendek—bahkan di bawah satu menit—dengan manajemen content pillar yang matang, tanpa menabrak UU Penyiaran dan P3SPS," urai Adiyana.


Acara ini dibarengi dengan penandatanganan kerja sama (MoU) antara KPID Jabar dengan Politeknik Kepribadian Bangsa Indonesia, yang ditandatangani Ketua KPID Jabar bersama Direktur Politeknik Liya Yulia. MoU ini untuk mempertegas komitmen bahwa edukasi dan literasi media adalah tugas bersama yang tidak boleh ditunda. (GPWK)

Komentar


© 2025 by PRSSNI Daerah Jawa Barat
prssnijabar@gmail.com |  Tel: 022-2038362

bottom of page