Solo Keroncong Festival 2026 Hadirkan Musisi Lintas Generasi, Angkat Tema Keroncong Pusaka Nusantara
- Admin03

- 14 Jul
- 2 menit membaca

Bandung (PRSSNIJabar) - Keroncong Festival (SKF) 2026 kembali digelar sebagai ajang pelestarian musik keroncong yang telah menjadi bagian dari warisan budaya Indonesia. Festival yang memasuki penyelenggaraan ke-20 ini akan berlangsung pada 18-19 Juli 2026 di Alun-alun Utara Keraton Kasunanan Surakarta.
Mengusung tema "Keroncong Pusaka Nusantara" dengan konsep "Keroncong Majestic" serta tagline "Memayu Hayuning Keroncong", festival tahun ini tidak hanya menghadirkan pertunjukan musik, tetapi juga menjadi ruang edukasi, kolaborasi, dan penguatan identitas budaya.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surakarta, Maretha Dinar Cahyono, mengatakan Solo Keroncong Festival telah konsisten menjadi wadah bagi para pelaku seni keroncong sejak pertama kali digelar pada 2009.
"SKF adalah rumah bagi musik keroncong. Kami ingin keroncong tetap hidup, berkembang, sekaligus diterima oleh generasi muda tanpa kehilangan jati dirinya," ujar Maretha saat konferensi pers di Graha Wisata Niaga, Senin (13/7/2026).
Menurutnya, konsep "Keroncong Majestic" memadukan nuansa budaya keraton dengan kreativitas musik modern sehingga mampu menghadirkan pengalaman berbeda bagi para penonton.
Rangkaian kegiatan menuju puncak festival juga telah digelar melalui program Road to Solo Keroncong Festival, di antaranya di Pasar Gede, Koridor Gatot Subroto, serta Lomba Menyanyi Keroncong di RRI Surakarta. Kegiatan tersebut menjadi upaya melibatkan masyarakat agar ikut memiliki dan meramaikan festival tahunan tersebut.
Creative Director SKF 2026, Didit Raykapoor, berharap Solo semakin dikenal sebagai kota keroncong dunia. Menurutnya, keberlangsungan festival selama dua dekade menjadi bukti kuat komitmen seluruh pihak dalam menjaga eksistensi musik keroncong.
Sejumlah musisi ternama dijadwalkan tampil, di antaranya Tuti Maryati, Iga Mawarni, Hendri Lamiri, hingga grup keroncong internasional. Festival juga memberi ruang bagi musisi muda seperti Duo Wening Jepank yang akan membawakan karya orisinal dan aransemen baru lagu-lagu keroncong.
Pengurus Komunitas Artis Musik Keroncong Indonesia (KAMKRI), Bambang Condro, menilai SKF bukan sekadar panggung hiburan, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi antara seniman, akademisi, komunitas, dan pelaku UMKM yang turut menggerakkan ekonomi kreatif Kota Solo.
Bagi masyarakat yang tidak dapat hadir langsung, seluruh rangkaian acara Solo Keroncong Festival 2026 akan disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube Disbudpar Surakarta, Pariwisata Solo, Solo Keroncong Festival, serta media sosial resmi penyelenggara. (GPWK)



Komentar