BULOG Jabar Pastikan Harga Pangan Stabil dan Stok Beras Aman
- Admin03

- 7 Jun
- 3 menit membaca

Bandung (PRSSNIJabar) - Perum BULOG Kantor Wilayah Jawa Barat bersama Satgas Pangan dan Dinas Perdagangan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Astana Anyar, Kota Bandung, Minggu (7/6/2026).
Hasil pemantauan di lapangan menunjukkan mayoritas harga kebutuhan pokok masyarakat masih dalam kondisi stabil. Sejumlah komoditas strategis seperti beras, bawang merah, bawang putih hingga cabai merah terpantau belum mengalami lonjakan harga yang signifikan.
Pimpinan Wilayah Perum BULOG Kanwil Jawa Barat, Nurman Susilo mengatakan, hasil pengecekan langsung ke sejumlah kios dan toko di pasar tradisional tersebut memperlihatkan kondisi pasokan dan harga pangan masih relatif aman.
āSetelah kita berkeliling ke beberapa toko, untuk sejumlah komoditas alhamdulillah harganya masih relatif stabil, tidak ada kenaikan yang signifikan,ā kata Nurman usai memimpin sidak di Pasar Astana Anyar.
Meski demikian, BULOG mencatat harga daging sapi masih berada pada level yang cukup tinggi. Saat ini harga daging sapi segar di Pasar Astana Anyar berkisar antara Rp140 ribu hingga Rp150 ribu per kilogram.
Menurut Nurman, pihaknya akan melakukan evaluasi terhadap rantai pasok di tingkat hulu guna mengetahui penyebab tingginya harga tersebut.
āUntuk komoditas daging sapi memang harganya masih cukup tinggi. Nanti akan kami cek kembali harga di tingkat hulunya seperti apa. Kita akan usulkan intervensi agar harga bisa sedikit turun,ā ujarnya.
Berbeda dengan daging sapi, harga daging ayam dan telur justru menunjukkan tren positif. Kedua komoditas tersebut saat ini berada di bawah Harga Acuan Pembelian (HAP) yang ditetapkan pemerintah.
Harga telur ayam tercatat berada di kisaran Rp26 ribu per kilogram, sementara daging ayam dijual sekitar Rp36 ribu per kilogram.
Sedangkan harga bawang merah dan bawang putih masih stabil di rentang Rp35 ribu hingga Rp40 ribu per kilogram. Untuk cabai merah segar dipasarkan pada kisaran Rp50 ribu sampai Rp60 ribu per kilogram.
āMenyinggung soal komoditas minyak goreng subsidi, BULOG Jabar memastikan telah mendistribusikan Minyak Kita (Miki) ke berbagai pasar rakyat demi memenuhi kebutuhan konsumsi warga.
āNurman menegaskan, para pedagang yang menjual produk Miki yang disuplai dari BULOG wajib mengikuti aturan main dan menjualnya sesuai dengan ketentuan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang berlaku.
ā"Apabila di lapangan ditemukan ada pedagang yang nekat menjual di atas HET, tentunya mereka bukan bagian dari jaringan pengecer kami dan tidak disuplai oleh BULOG," tegasnya.
Selain menjaga kelancaran distribusi pangan melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), BULOG Jabar juga terus menyalurkan bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng kepada masyarakat penerima manfaat.
Menurut Nurman, program tersebut turut membantu mengurangi tekanan permintaan di pasar sehingga harga pangan dapat tetap terkendali.
āDengan adanya bantuan pangan ini, masyarakat penerima manfaat sudah mendapatkan beras dan minyak goreng langsung. Otomatis mereka tidak perlu membeli ke pasar untuk kebutuhan satu hingga dua bulan ke depan. Harapannya permintaan di pasar berkurang sehingga harga tetap stabil,ā katanya.
Di tengah kekhawatiran masyarakat terhadap dinamika ekonomi global dan fluktuasi nilai tukar dolar, BULOG Jabar memastikan ketersediaan pangan di Jawa Barat dalam kondisi aman.
Hingga awal Juni 2026, realisasi pengadaan beras BULOG Jabar telah mencapai sekitar 590 ribu ton atau sekitar 70 persen dari target tahunan sebesar 700 ribu ton.
āStok beras yang dikuasai BULOG Jabar saat ini mencapai 850 ribu ton. Jumlah ini sangat cukup bahkan aman sampai tahun depan. Karena stok kita melimpah, BULOG Jabar juga membantu menyuplai kebutuhan beras ke sejumlah provinsi lain seperti Sumatera Utara, Riau, Jambi, Bengkulu hingga Kalimantan Barat,ā ungkapnya.
Untuk memperkuat ketahanan pangan daerah, pemerintah juga tengah mempercepat pembangunan infrastruktur penyimpanan beras. Dari program nasional pembangunan 100 gudang BULOG baru, Jawa Barat mendapatkan alokasi enam unit gudang.
Enam gudang tersebut akan dibangun di sejumlah daerah sentra produksi padi, yakni dua unit di Karawang, dua unit di Cirebon, satu unit di Bandung dan satu unit di Subang.
āSaat ini seluruhnya masih dalam proses pembangunan. Mudah-mudahan tahun depan sudah dapat beroperasi secara optimal untuk memperkuat ketahanan pangan Jawa Barat,ā tuturnya.
Nurman menegaskan BULOG bersama Satgas Pangan dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Jawa Barat akan terus memperketat pengawasan distribusi pangan guna mencegah terjadinya lonjakan harga yang tidak wajar.
āKalau ditemukan adanya sumbatan distribusi atau kenaikan harga yang tidak wajar di tingkat distributor maupun pedagang, kami akan mencari jalur suplai alternatif agar harga pangan di Jawa Barat tetap stabil,ā pungkasnya. (AMJ)



Komentar