Satpam Waduk Jatiluhur Ditemukan Tewas dengan Tangan Terikat, Polda Jabar Terus Selidiki
- Admin03

- 27 Jul
- 2 menit membaca

Bandung (PRSSNIJabar) - Polda Jawa Barat terus mengusut kasus tewasnya seorang petugas keamanan (satpam) di kawasan Waduk Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta.
Hingga kini, penyidik masih bekerja mengumpulkan berbagai alat bukti untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban.
Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan mengungkapkan, korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan dengan kedua tangan terikat. Meski demikian, polisi belum menyimpulkan penyebab kematian maupun dugaan tindak pidana yang terjadi.
"Ada saudara kita yang bertugas sebagai satpam di kawasan Waduk Jatiluhur. Korban ditemukan dengan kondisi yang cukup mengenaskan dan tangannya terikat. Saat ini masih kami selidiki apakah merupakan dugaan pembunuhan," ujar Hendra kepada wartawan di Mapolda Jabar, Senin (27/7/2026).
Korban telah dievakuasi dan menjalani autopsi. Berdasarkan hasil pemeriksaan forensik, korban dipastikan meninggal dunia. Sementara itu, penyidik terus melakukan pendalaman untuk mengungkap siapa yang bertanggung jawab atas peristiwa tersebut.
"Korban sudah kami evakuasi. Hasil autopsi juga menyatakan korban meninggal dunia. Saat ini selain proses pemakaman, penyelidikan juga terus berjalan," katanya.
Dalam proses penyelidikan, Polres Purwakarta telah memeriksa sedikitnya 11 orang saksi. Keterangan para saksi diharapkan dapat membantu menyusun rangkaian peristiwa sebelum hingga sesudah korban ditemukan.
Selain itu, polisi juga tengah menganalisis sejumlah rekaman kamera pengawas (CCTV) dari lokasi kejadian maupun area di sekitarnya.
"Kurang lebih sudah 11 saksi diperiksa. Kami juga sedang memeriksa beberapa rekaman CCTV. Kami membutuhkan waktu agar kasus ini bisa diungkap secara tuntas," ujar Hendra.
Menanggapi beredarnya informasi di media sosial yang mengaitkan kasus tersebut dengan kelompok geng motor, Hendra meminta masyarakat tidak terburu-buru menarik kesimpulan. Menurutnya, seluruh informasi yang beredar masih diverifikasi oleh penyidik.
"Memang ada postingan di media sosial yang mengaitkan dengan kelompok geng motor. Namun saat ini kami masih mengedepankan asas praduga tak bersalah. Semua informasi masih kami dalami," tegasnya.
Begitu pula terkait kabar yang menyebut korban sempat menegur pelaku vandalisme sebelum ditemukan meninggal dunia. Polisi menyebut informasi tersebut masih berupa dugaan yang belum dapat dipastikan kebenarannya.
"Isunya memang seperti itu. Masih kami selidiki. Kalau nanti ada korelasi berdasarkan hasil pemeriksaan saksi maupun alat bukti lainnya, tentu akan kami sampaikan," ucapnya.
Polda Jawa Barat mengimbau masyarakat untuk bersabar dan tidak berspekulasi. Penyidik, kata Hendra, berkomitmen menangani perkara tersebut secara profesional hingga fakta-fakta yang sebenarnya berhasil diungkap. (AMJ)



Komentar