Revitalisasi Tugu Koperasi Dimulai, Menkop Targetkan Jadi Ikon Baru Tasikmalaya
- Admin02

- 27 Jul
- 3 menit membaca

Tasikmalaya (PRSSNIJabar) - Kementerian Koperasi (Kemenkop) bersama Kementerian Kebudayaan (Kemenbud), Dewan Koperasi Nasional (Dekopin), dan Pemerintah Kota Tasikmalaya mencanangkan revitalisasi Kawasan Tugu Koperasi di Tasikmalaya, Minggu (26/7). Pada kesempatan yang sama, Kawasan Tugu Koperasi beserta Gedung Kongres Koperasi 1947 juga ditetapkan sebagai cagar budaya tingkat daerah dan dipersiapkan menuju penetapan sebagai Cagar Budaya Nasional.
Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengatakan, pencanangan revitalisasi tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79. Menurutnya, kawasan bersejarah itu diharapkan berkembang menjadi pusat budaya, pusat kegiatan ekonomi, sekaligus ruang publik yang aktif dimanfaatkan masyarakat.
"Kami berharap Kawasan Tugu Koperasi dapat menjadi ikon baru Kota Tasikmalaya, sekaligus menjadi landmark dan ruang publik bagi masyarakat, khususnya anak-anak muda, Gen Z, dan milenial," ujar Ferry.
Ia menegaskan, revitalisasi bukan sekadar membangun kembali infrastruktur, tetapi juga menghidupkan kembali semangat perjuangan gerakan koperasi yang lahir dari Kongres Koperasi Pertama pada 1947. Kawasan tersebut dinilai memiliki nilai sejarah yang penting sebagai simbol kebangkitan ekonomi berbasis gotong royong.
"Kami bersama Kementerian Kebudayaan, Pemerintah Kota Tasikmalaya, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, dan seluruh pemangku kepentingan akan menjadikan tempat ini bukan hanya situs bersejarah, tetapi juga titik awal kebangkitan gerakan koperasi dan ekonomi rakyat. Ini sejalan dengan cita-cita Presiden agar koperasi menjadi badan usaha yang memberikan andil besar bagi perekonomian nasional," katanya.
Untuk mendukung revitalisasi, Kemenkop bersama Kemenbud, Dekopin, serta berbagai pihak termasuk sektor swasta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), akan melakukan penggalangan dana. Selain itu, gerakan koperasi di seluruh Indonesia juga akan dilibatkan dalam mendukung pembangunan kawasan tersebut.
"Kami akan menggalang dana dari seluruh koperasi untuk membantu pembangunan fisik dan mengoptimalkan kawasan ini agar kembali menjadi pusat pembangunan ekonomi rakyat," ujarnya.
Ferry berharap, keberhasilan revitalisasi tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari aktivitas masyarakat yang terus hidup di kawasan tersebut sebagai ruang edukasi, sejarah, dan ekonomi.
Ia juga mengapresiasi dukungan Kementerian Kebudayaan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Kota Tasikmalaya, serta Dekopin dalam proses revitalisasi. Saat ini kawasan tersebut telah ditetapkan sebagai cagar budaya oleh Pemerintah Kota Tasikmalaya dan mendapat persetujuan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Penetapan sebagai Cagar Budaya Nasional kini menunggu keputusan Kementerian Kebudayaan.
"Saat ini sudah diputuskan Pemkot Tasikmalaya dan disetujui Pemprov Jawa Barat, dan oleh Menteri Kebudayaan secara nasional akan ditetapkan sebagai cagar budaya," ucapnya.
Dalam kesempatan itu, Ferry juga menegaskan komitmen pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat koperasi sebagai pilar utama ekonomi rakyat, salah satunya melalui program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
"Presiden berkeinginan melakukan transformasi ekonomi bangsa dengan meletakkan kembali dasar-dasar ekonomi sesuai konstitusi, sehingga tidak melenceng ke arah sistem yang terlalu liberal dan kapitalistik, yaitu melalui koperasi," katanya.
Sementara itu, Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyambut baik pencanangan revitalisasi tersebut. Menurutnya, Kawasan Tugu Koperasi memiliki arti penting sebagai titik awal gerakan koperasi pada masa awal kemerdekaan sehingga layak dikembangkan sebagai situs budaya yang hidup.
"Ini adalah titik nol bagi gerakan koperasi di masa kemerdekaan. Kita harap revitalisasi ini tidak hanya memperbaiki fisiknya, tetapi juga menjadikan kawasan ini sebagai living heritage, tempat tumbuhnya semangat koperasi bagi generasi mendatang," ujar Fadli.
Ia juga mengapresiasi masih bertahannya dua koperasi peserta Kongres Koperasi Pertama yang hingga kini tetap aktif. Menurutnya, hal tersebut menjadi bukti bahwa koperasi tetap relevan sebagai penggerak ekonomi rakyat.
"Pada tahun ini Kawasan Tugu Koperasi akan kami tetapkan sebagai situs cagar budaya nasional," ujarnya.
Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan berharap komitmen revitalisasi tidak berhenti pada seremoni, tetapi segera diwujudkan. Menurutnya, kawasan tersebut berpotensi menjadi pengingat sejarah sekaligus menghidupkan kembali semangat ekonomi kerakyatan di Kota Tasikmalaya.
"Dengan begitu, Kota Tasikmalaya akan semakin dikenal sebagai tempat lahirnya cikal bakal perjuangan kebangkitan koperasi," katanya. (AST)



Komentar