Remaja Asal Bandung Yang Terseret Arus di Pangandaran Ditemukan Meninggal Dunia
- Admin02

- 20 Jul
- 2 menit membaca

Pangandaran (PRSSNIJabar) – Pencarian terhadap Muhammad Rizki (20), wisatawan asal Bojongsoang, Kabupaten Bandung, yang hilang setelah terseret arus di Pantai Barat Pangandaran, akhirnya membuahkan hasil. Setelah tiga hari dilakukan penyisiran oleh tim SAR gabungan, korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Senin (20/7) dini hari.
Korban ditemukan sekitar pukul 03.15 WIB di kawasan Pantai Barat Pangandaran. Jenazah kemudian langsung dievakuasi oleh tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, SAR Barakuda, Balawista, Satpolairud, TNI, Polri, PMI, serta para relawan, sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.
Ketua SAR Barakuda, Sakio Adriyanto, mengatakan penemuan korban menjadi akhir dari operasi pencarian yang telah berlangsung sejak Jumat (17/7), ketika Muhammad Rizki dilaporkan hilang akibat terseret arus.
"Alhamdulillah korban atas nama Muhammad Rizki asal Bojongsoang, Bandung, sudah ditemukan sekitar pukul 03.15 WIB. Korban mendarat sendiri di Pantai Barat dan kami bersama tim gabungan langsung melakukan evakuasi," kata Sakio dalam keterangannya, Senin (20/7).
Ia menambahkan, jenazah korban telah dibawa ke RSUD Pandega Pangandaran untuk menjalani proses pemeriksaan sebelum dipulangkan ke rumah duka di Kabupaten Bandung.
"Alhamdulillah korban sudah kami serahkan kepada pihak keluarga. Saat ini berada di RSUD Pandega Pangandaran. Setelah proses pemeriksaan selesai, jenazah akan dipulangkan ke rumah duka. Semoga seluruh proses kepulangan berjalan aman dan lancar," katanya.
Sebelumnya, pada hari ketiga pencarian, tim SAR gabungan telah menyisir jalur darat maupun laut. Bahkan, petugas sempat mendeteksi aroma amis di salah satu titik yang diduga menjadi lokasi korban, namun penyisiran yang dilakukan saat itu belum membuahkan hasil.
Muhammad Rizki diketahui terseret arus saat berenang menggunakan papan boogie bersama dua rekannya di kawasan Pantai Barat Pangandaran, tepatnya di sekitar Pos 3 hingga Pos 4, depan Hotel Menara Laut, pada Jumat (17/7) sekitar pukul 18.00 WIB. Saat kejadian, waktu yang diperbolehkan untuk berenang telah berakhir. Dua rekannya berhasil diselamatkan petugas, sementara Muhammad Rizki hilang terbawa arus hingga akhirnya ditemukan tiga hari kemudian.
Ditemui saat ikut mencari korban bersama Tim SAR gabungan beberapa waktu lalu, Bupati Pangandaran Citra Pitriyami kembali mengingatkan wisatawan agar mematuhi seluruh aturan keselamatan saat beraktivitas di pantai.
"Saya kembali mengimbau seluruh wisatawan agar mengikuti aturan yang telah ditetapkan. Arus laut bisa berubah sangat cepat dan petugas lebih memahami kondisi perairan. Demi keselamatan bersama, mohon seluruh imbauan dipatuhi," pungkasnya. (GPWK)



Komentar