Ratusan Pelajar Di Garut Dalami Dunia Politik
- Admin02

- 18 Jun
- 2 menit membaca

Garut (PRSSNIJabar) - Di tengah meningkatnya dinamika politik nasional yang ditandai dengan berbagai aksi demonstrasi mahasiswa di sejumlah daerah, ratusan pelajar dan mahasiswa di Kabupaten Garut justru memilih memperkuat pemahaman mereka tentang politik dan legislasi melalui jalur pendidikan. Langkah tersebut diwujudkan melalui kegiatan Sekolah Legislatif: Cetak Biru Reformasi Legislatif yang digelar di Gedung Pendopo Garut, Rabu (17/6/2026).
Kegiatan yang diinisiasi Dewan Perwakilan Mahasiswa Institut Pendidikan Indonesia (IPI) bekerja sama dengan Badan Perwakilan Mahasiswa Institut Teknologi Garut itu menjadi ruang belajar bagi generasi muda untuk memahami lebih dalam tentang demokrasi, peran lembaga legislatif, hingga pentingnya partisipasi warga negara dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Sekitar 200 peserta yang terdiri atas siswa SMA/sederajat dan mahasiswa mengikuti kegiatan tersebut dengan antusias. Mereka mendapatkan materi langsung dari para praktisi dan tokoh yang aktif di bidang politik, pemerintahan, serta kepemudaan.
Pemerintah Kabupaten Garut melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) menyambut positif pelaksanaan kegiatan tersebut. Kepala Bakesbangpol Garut, H. Nurrodhin, menilai Sekolah Legislatif menjadi sarana penting untuk meningkatkan literasi politik generasi muda sejak dini.
Menurutnya, pemahaman mengenai fungsi dan peran lembaga legislatif perlu dimiliki oleh kalangan pelajar dan mahasiswa agar mereka mampu menjadi warga negara yang kritis sekaligus bertanggung jawab.
āKegiatan ini menjadi bentuk kepedulian mahasiswa dan pelajar terhadap keberadaan lembaga legislatif di masa depan. Saya memberikan apresiasi karena forum seperti ini dapat memberikan pencerahan politik dan memperluas wawasan generasi muda,ā ujarnya.
Dukungan juga datang dari Institut Pendidikan Indonesia (IPI) Garut. Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan IPI Garut, Dr. Lucky Rahayu Nurjamin, mengatakan kampus memiliki tanggung jawab untuk ikut membangun kualitas sumber daya manusia, termasuk melalui peningkatan pemahaman politik dan kebangsaan.
Ia menuturkan bahwa generasi muda perlu mendapatkan asupan pengetahuan yang memadai agar mampu berkontribusi dalam pembangunan daerah.
āKami ingin generasi muda Garut mendapatkan ilmu yang berkualitas sehingga ke depan mereka dapat menjadi bagian dari pembangunan daerah dan membawa Kabupaten Garut menjadi lebih unggul,ā katanya.
Sementara itu, Ketua Pelaksana Kegiatan, Muhammad Panjay Nurrohman, mengungkapkan tingginya partisipasi peserta menunjukkan besarnya minat pelajar dan mahasiswa untuk memahami proses legislasi, kepemimpinan, serta mekanisme demokrasi.
āAntusiasme peserta membuktikan bahwa generasi muda memiliki keinginan kuat untuk memahami peran legislasi dan keterlibatan aktif dalam kehidupan demokrasi,ā ungkapnya.
Untuk memperkaya wawasan peserta, panitia menghadirkan sejumlah narasumber yang masih aktif berkecimpung di dunia politik dan organisasi kepemudaan, di antaranya anggota DPRD Garut Iman Alirahman dari Fraksi Golkar, Luki Syaāriah dari Fraksi PKB, serta pengurus KNPI Garut, Oki Caresa.
Melalui kegiatan ini, para pelajar dan mahasiswa diharapkan tidak hanya memahami teori politik, tetapi juga memperoleh gambaran nyata mengenai praktik legislasi dan peran generasi muda dalam memperkuat demokrasi di masa depan. (SLT)



Komentar