Rambu Suar Cikidang Pangandaran Diganti, Sepekan Lagi Diproyeksikan Beroperasi


Pangandaran (PRSSNIJabar) - Pembangunan Rambu Suar (Single Pipe) baru di kawasan Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Cikidang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, terus dikebut.
Rambu suar tersebut dibangun sebagai pengganti Rambu Suar Cikidang Merah yang mengalami kerusakan parah setelah dihantam gelombang tinggi.
Proyek yang ditangani Distrik Navigasi Tipe A Kelas III Tanjung Intan, Kementerian Perhubungan Laut, itu ditargetkan rampung dan mulai dapat difungsikan dalam waktu sekitar satu pekan ke depan.
Ketua SAR Barakuda Kabupaten Pangandaran, Sakio Andrianto, mengatakan proses pembangunan rambu suar baru tersebut telah berjalan sekitar 15 hari. Rambu suar baru dibangun di atas breakwater atau di ujung abrasi muara Sungai Cikidang. Lokasinya berada di sekitar pintu masuk muara yang menjadi salah satu jalur keluar masuk perahu nelayan
"Pembangunan mercusuar yang baru ini sudah berjalan sekitar lima belas hari. Yang lama nanti akan dirobohkan karena sangat membahayakan, penyangganya putus dan sudah rusak parah sehingga mengancam keselamatan nelayan yang keluar masuk PPI maupun Muara Cikidang," kata Sakio, Senin (7/9/2026)
Menurut Sakio, keberadaan rambu suar baru sangat penting untuk memastikan jalur pelayaran di kawasan tersebut kembali memiliki sarana bantu navigasi yang memadai
Terlebih, lokasi pembangunan berada di atas perairan dengan kedalaman lebih dari lima meter saat kondisi air surut.
Atas pertimbangan keselamatan, Tim SAR Barakuda Pangandaran turut melakukan pendampingan selama proses pembangunan berlangsung.
"Kami dari Tim SAR Barakuda melakukan pendampingan keamanan dan keselamatan karena pembangunan ini di atas air yang lumayan dalam. Diperkirakan secepatnya bisa selesai, kurang lebih satu pekan ke depan sudah bisa digunakan," ujarnya.
Sosialisasi Keselamatan Pelayaran
Selain pembangunan fisik, Distrik Navigasi Tanjung Intan juga dijadwalkan menggelar sosialisasi keselamatan pelayaran pada Rabu (9/9/2026).
Kegiatan tersebut digelar dalam rangka memperingati Hari Mercusuar sekaligus menjadi bagian dari upaya meningkatkan pemahaman nelayan terhadap pentingnya keselamatan dan sarana bantu navigasi pelayaran.
Kegiatan rencananya dihadiri Kepala Distrik Navigasi Tanjung Intan, Dian Nurdiana, S.T., M.T.
Sekitar 150 perwakilan nelayan serta sejumlah instansi terkait di Kabupaten Pangandaran juga dijadwalkan mengikuti kegiatan tersebut.
Rusak Dihantam Gelombang Tinggi
Sebelumnya, kondisi Rambu Suar Cikidang Merah menjadi perhatian nelayan Pangandaran setelah mengalami kerusakan akibat dihantam gelombang tinggi pada Minggu (26/7/2026) malam
Rambu penanda alur navigasi yang memiliki tinggi belasan meter tersebut mengalami kerusakan pada bagian penyangga.
Hasil pemeriksaan teknis Distrik Navigasi Tanjung Intan pada 29 Juli 2026 menemukan salah satu tiang pondasi patah dan mengalami korosi cukup parah.
Kondisi tersebut membuat tiang besi berwarna merah itu terlihat oleng ketika diterjang gelombang besar.
Kerusakan itu dikhawatirkan membahayakan nelayan yang melintas, terutama perahu yang keluar masuk melalui alur Muara Sungai Cikidang.
Dengan dibangunnya rambu suar baru berbasis single pipe tersebut, sarana bantu navigasi pelayaran di kawasan PPI Cikidang diharapkan kembali berfungsi optimal.
Keberadaan rambu suar baru juga diharapkan memberikan rasa aman bagi nelayan lokal maupun nelayan dari luar daerah yang menggunakan jalur Muara Cikidang untuk melaut. (AST)



Komentar