top of page

PRSSNI Bandung Tegaskan Tahun Ini Semua Radio Wajib Go Digital

  • Gambar penulis: Admin02
    Admin02
  • 21 Jul
  • 3 menit membaca



Bandung (PRSSNIJabar) - Masa bakti pengurus PRSSNI Bandung 2023-2027 tinggal setahun lagi. Dan di tahun terakhir ini, PRSSNI Bandung punya PR besar: mengajak semua radio anggotanya pindah ke dunia digital.


Hal itu disampaikan Koordinator Wilayah PRSSNI Bandung M. Kemal Pasha saat Musyawarah Anggota ke-4, di Bandung, Selasa (21/7).


"Pertemuan ini menandai tahun terakhir masa bakti. Fokus kami adalah digitalisasi radio secara total dan menekankan transisi dari sekadar penyiar radio menjadi kreator konten yang mampu memonetisasi platform digital secara mandiri," kata Kemal.


Intinya, radio tidak bisa lagi cuma andalkan frekuensi FM. Pendengar sekarang sudah pindah ke HP, aplikasi, dan YouTube. Kalau tidak ikut, bisa ketinggalan.


Semua Radio Bandung Target Streaming 100%


Targetnya tegas, yaitu tahun ini 100% radio anggota PRSSNI Bandung sudah harus punya siaran streaming.


Langkah awalnya mulai dari audio dulu. Siaran yang biasanya cuma bisa didengar lewat radio, sekarang juga bisa diakses online. Tahap berikutnya baru dikembangkan jadi konten audio-visual, seperti podcast video atau siaran langsung di YouTube.


Kabar baiknya, Bandung punya banyak penyedia internet atau ISP. Ditambah lagi ada dukungan platform dari PD PRSSNI Jabar. Jadi urusan teknis dan pengumpulan data untuk setiap radio anggota bisa lebih gampang.


"Perangkat radio fisik sekarang sudah jarang. Orang lebih sering dengerin lewat aplikasi. Makanya kita harus siap dengan data, aplikasi, dan cara baru buat jangkau pendengar," ujar Kemal.


Cari Uangnya Juga Harus Pindah ke Digital


Pindah ke streaming saja belum cukup. Model bisnisnya juga harus berubah.


Dulu iklan radio dipasang di jeda siaran. Sekarang ada yang namanya ad-insertion, iklan otomatis yang muncul di streaming. Katanya sih gampang dipelajari. Tapi yang susah adalah mengubah pola pikir dan cara jualan iklannya.


Karena itu PRSSNI Bandung kerja sama dengan platform Olo. Tujuannya biar radio anggota tahu cara dapat uang dari dunia digital. Mulai dari iklan digital, kerja sama brand, sampai konten bersponsor.


Ini penting banget. Kalau cuma pindah platform tapi cara cari uangnya masih lama, radio akan kesulitan bertahan.


Penyiar Sekarang Harus Jadi Kreator Konten


Selain alat dan bisnis, orangnya juga harus berubah. Penyiar radio sekarang didorong untuk jadi kreator konten.


Dengan 30 radio anggota di Bandung, peluangnya besar. Bisa bikin konten di YouTube, bikin podcast, bikin video pendek. Contohnya sudah banyak di Jakarta, penyiar radio yang kontennya viral dan bisa menghasilkan.


"Fokus utama tahun ini membekali anggota dengan know-how yang mumpuni. Agar tidak sekadar mencoba-coba, tetapi mampu bersaing secara profesional di industri konten," jelas Kemal.


Jadi bukan sekadar coba-coba upload. Tapi benar-benar belajar bikin konten yang menarik, konsisten, dan bisa dimonetisasi.


Ini 4 Keputusan Penting Hasil Musyawarah:


1. Wajib Streaming: Semua radio anggota di Bandung harus sudah punya streaming audio tahun ini.

2. Belajar Bareng Olo: Akan ada diskusi teknis lanjutan soal cara pasang iklan digital dan model bisnisnya.

3. Ada Pelatihan Konten: Bidang Program akan bikin pelatihan khusus biar tim radio jago bikin konten digital.

4. Membenahi Program Kerja: Pengurus akan merampungkan program yang belum selesai di sisa masa jabatan.


Kemal menutup dengan semangat. Menurutnya ini bukan cuma soal teknologi.


"PRSSNI Bandung berkomitmen penuh membawa seluruh anggota masuk ke ekosistem digital secara total tahun ini. Fokusnya bukan hanya teknologi streaming, tetapi juga kesiapan model bisnis dan transformasi peran menjadi kreator konten yang kompetitif," pungkasnya.


Musyawarah ini jadi pertemuan terakhir kepengurusan sebelum pemilihan pengurus baru tahun depan. Harapannya, dengan langkah ini radio-radio di Bandung bisa tetap relevan, didengar banyak orang, dan punya masa depan di dunia digital. (GPWK)

Komentar


© 2025 by PRSSNI Daerah Jawa Barat
prssnijabar@gmail.com |  Tel: 022-2038362

bottom of page