Penumpang KRL Bogor Tembus 155 Juta, KAI Percepat Pengembangan Stasiun Bogor
- Admin02

- 1 Jun
- 2 menit membaca

Bogor (PRSSNIJabar) - PT Kereta Api Indonesia (Persero) mempercepat pengembangan Stasiun Bogor untuk mengantisipasi lonjakan penumpang Commuter Line Bogor yang terus meningkat setiap tahun. Pengembangan peron jalur 6, 7, dan 8 diproyeksikan mampu mendukung operasional rangkaian 12 kereta atau SF12 demi mengurai kepadatan penumpang pada jam sibuk.
Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia, Bobby Rasyidin, meninjau langsung progres pekerjaan di Stasiun Bogor, Senin (1/6/2026). Ia menyebut percepatan proyek menjadi langkah strategis untuk menjawab tingginya mobilitas masyarakat di koridor Bogor Line yang kini menjadi salah satu jalur tersibuk di Jabodetabek.
āAlhamdulillah, pekerjaan pengembangan peron jalur 6, 7, dan 8 di Stasiun Bogor berjalan lebih cepat dari target yang telah ditetapkan. Percepatan ini menjadi kabar baik karena kapasitas layanan dapat segera ditingkatkan untuk menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat yang terus tumbuh di Bogor Line,ā sebut Bobby.
Pengembangan peron dimulai sejak 15 April 2026 dan ditargetkan rampung pada Juli 2026. Proyek tersebut meliputi perpanjangan peron, pembangunan kanopi baru, hingga penataan ulang fasilitas pendukung untuk meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengguna KRL.
Sementara itu, Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, mengungkapkan jumlah pelanggan Bogor Line mengalami lonjakan signifikan dalam tiga tahun terakhir.
Pada 2022 tercatat sekitar 102 juta pelanggan, naik menjadi 133 juta pelanggan pada 2023, kemudian mencapai 145 juta pelanggan pada 2024, dan melonjak hingga 155 juta pelanggan sepanjang 2025.
āHingga April 2026 saja, volume pelanggan Bogor Line sudah mencapai lebih dari 51 juta pelanggan. Ini menunjukkan kebutuhan masyarakat terhadap transportasi berbasis rel semakin tinggi,ā kata Anne.
Menurut dia, peningkatan jumlah pengguna KRL didominasi kelompok usia produktif. Sebanyak 91 persen pelanggan merupakan masyarakat usia kerja dan sekolah, sementara mayoritas pengguna berasal dari kalangan pekerja swasta dengan penghasilan hingga Rp5 juta per bulan.
Tingginya volume penumpang turut berdampak pada aktivitas di Stasiun Bogor. Sepanjang 2025, jumlah pengguna yang melakukan gate in mencapai lebih dari 18,1 juta pelanggan, sedangkan gate out menyentuh angka 18,17 juta pelanggan. Angka tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.
Saat ini, Stasiun Bogor melayani 392 perjalanan Commuter Line setiap hari kerja dan 373 perjalanan pada akhir pekan. Kondisi itu menjadikan Stasiun Bogor sebagai salah satu simpul transportasi tersibuk di jaringan Commuter Line Jabodetabek.
Selain memperbesar kapasitas layanan KRL, KAI juga memperkuat integrasi antarmoda melalui konektivitas Stasiun Bogor dengan Stasiun Bogor Paledang. Kedua stasiun kini terhubung melalui skybridge yang mempermudah perpindahan penumpang menuju layanan KA Pangrango rute BogorāSukabumi.
Anne menegaskan pengembangan Stasiun Bogor menjadi bagian dari strategi jangka panjang KAI dalam memperkuat transportasi publik berbasis rel di kawasan penyangga ibu kota.
āBogor Line merupakan koridor dengan volume pelanggan terbesar di jaringan Commuter Line Jabodetabek. Karena itu, peningkatan kapasitas dan kualitas layanan akan terus kami lakukan secara bertahap,ā pungkasnya. (IGN)



Komentar