Pemuda Tenjolaya Bangun TPS Mandiri
- Admin02

- 5 Jun
- 2 menit membaca

Subang (PRSSNIJabar) - Persoalan sampah yang semakin sulit diatasi di wilayah Subang Selatan mendorong sekelompok pemuda di Kampung Tenjolaya, Desa Sukamelang, Kecamatan Kasomalang, bergerak mencari solusi sendiri. Melalui gerakan swadaya, mereka membangun Tempat Pengolahan Sampah (TPS) mandiri yang kini menjadi pusat pengelolaan sampah warga setempat.
Gerakan tersebut digagas komunitas Hippata Peduli Sampah (COPHPAS), yang dibentuk oleh Himpunan Pemuda, Pelajar, Santri, dan Mahasiswa Tenjolaya (HIPPATA). Kehadiran TPS mandiri itu menjadi jawaban atas keresahan masyarakat setelah penutupan TPS Camperenik di Jalancagak yang sempat membuat warga kesulitan membuang sampah.
Ketua HIPPATA, Dedi Supriadi, kepada tim reporter Jabar Now mengatakan, pembangunan TPS dilakukan sepenuhnya secara gotong royong dengan melibatkan masyarakat dan Karang Taruna setempat. Menurutnya, kepedulian terhadap lingkungan menjadi alasan utama para pemuda bergerak membangun fasilitas pengolahan sampah secara mandiri.
āKami melihat persoalan sampah ini harus segera ditangani bersama. Kalau hanya menunggu bantuan, sampah akan terus menumpuk. Akhirnya kami sepakat bergerak dan membangun TPS swadaya untuk kepentingan warga,ā kata Dedi.
Meski baru berjalan sekitar satu bulan, gerakan COPHPAS mulai mendapat perhatian masyarakat. Selain membangun TPS, para relawan juga rutin menggelar kegiatan bersih-bersih lingkungan dua kali dalam sepekan. Sampah yang terkumpul kemudian dipilah sebelum diolah di TPS mandiri tersebut.
Dedi menjelaskan, seluruh fasilitas yang ada saat ini, mulai dari bangunan TPS hingga tungku pengolahan sampah, dibangun menggunakan dana swadaya masyarakat. Bahkan untuk pengangkutan sampah, mereka masih mengandalkan kendaraan pribadi milik anggota Karang Taruna secara bergantian karena keterbatasan armada operasional.
āSemua masih serba sederhana. Kendaraan pun masih pinjam dari teman-teman Karang Taruna. Tapi kami ingin menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan bisa dimulai dari langkah kecil,ā ungkapnya.
Keberadaan TPS mandiri itu perlahan mulai mengubah kebiasaan warga dalam mengelola sampah rumah tangga. Warga yang sebelumnya membuang sampah sembarangan kini mulai terbiasa memilah dan mengumpulkan sampah untuk diolah bersama.
Melalui gerakan tersebut, para pemuda Tenjolaya berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah terus meningkat. Mereka juga ingin gerakan berbasis gotong royong itu dapat menjadi contoh bagi wilayah lain di Subang Selatan.
āKami ingin Kampung Tenjolaya menjadi kampung yang bersih, sehat, dan nyaman. Harapannya, semakin banyak anak muda yang ikut peduli dan terlibat menjaga lingkungan,ā pungkas Dedi. (HM-NK-SAL)



Komentar