Pemprov Jabar Jadi Tuan Rumah MTQ Jabar 2026, Pembukaan di Gedung Sate Penutupan di Masjid Al Jabbar
- Admin02

- 2 Agu
- 2 menit membaca

Bandung (PRSSNIJabar) - Pemerintah Provinsi Jawa Barat resmi mengambil alih penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Quran atau MTQ Jabar 2026. Keputusan ini diambil setelah Pemerintah Kabupaten Garut mengundurkan diri sebagai tuan rumah karena keterbatasan anggaran daerah.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan Pemprov Jabar memahami kondisi APBD Kabupaten Garut yang tidak memungkinkan untuk menggelar acara berskala provinsi tahun ini. Karena itu, tanggung jawab pelaksanaan langsung dipindahkan ke tingkat provinsi.
"Tuan rumahnya langsung Pemprov Jabar. Pembukaannya di halaman Gedung Sate. Penutupannya di Masjid Al Jabbar," ujar Dedi Mulyadi, Minggu (2/8).
Dengan begitu, MTQ Jabar 2026 akan digelar pada Januari 2027. Pemprov Jabar menargetkan kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi syiar Islam yang menyentuh masyarakat luas.
Dedi menekankan pentingnya menjaga integritas dalam seluruh rangkaian acara, mulai dari persiapan hingga penjurian. Menurutnya, MTQ adalah momentum untuk menanamkan nilai-nilai Al-Quran kepada generasi muda.
"Kami berharap penyelenggaraan MTQ berlangsung secara jujur, termasuk pada tahap penjurian. Ini bukan hanya lomba, tetapi juga dakwah dan pendidikan. Dari sini kita ingin nilai-nilai Al-Quran bisa diamalkan dalam kehidupan sehari-hari," ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung rencana penyelenggaraan MTQ sebelumnya, termasuk Pemerintah Kabupaten Garut yang sejak awal menyatakan kesiapannya.
"Kami pun mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan perhatian kepada penyelenggaraan MTQ Jabar," kata Dedi.
Pemilihan Gedung Sate sebagai lokasi pembukaan dan Masjid Al Jabbar sebagai tempat penutupan memiliki makna simbolis. Gedung Sate merupakan pusat pemerintahan Jawa Barat, sementara Masjid Al Jabbar sudah dikenal sebagai salah satu destinasi religi dan wisata unggulan di Bandung.
Dengan dua lokasi ikonik ini, Pemprov Jabar berharap MTQ 2026 bisa menarik lebih banyak peserta, penonton, dan wisatawan. Selain kompetisi tilawah, tartil, hafalan, dan cabang lainnya, acara juga akan diisi dengan kegiatan keagamaan, bazar produk UMKM, dan edukasi Al-Quran untuk masyarakat.
Pemprov Jabar saat ini tengah menyiapkan anggaran dan tim teknis untuk memastikan pelaksanaan berjalan lancar. Koordinasi juga dilakukan dengan LPTQ Jabar, Majelis Ulama Indonesia, serta pemerintah kabupaten/kota agar seluruh kafilah bisa berpartisipasi maksimal.
MTQ tingkat provinsi merupakan agenda rutin dua tahunan yang menjadi barometer pembinaan umat Islam di Jawa Barat. Melalui MTQ, diharapkan muncul qori-qoriah terbaik yang nantinya mewakili Jabar di tingkat nasional.
"MTQ ini milik kita semua. Mari kita jadikan sebagai ruang untuk berlomba dalam kebaikan, mempererat ukhuwah, dan menguatkan syiar Islam di Jawa Barat," pungkas Dedi.
Dengan diambil alihnya pelaksanaan oleh Pemprov, masyarakat Jabar kini menantikan penyelenggaraan MTQ 2026 yang diharapkan berlangsung lebih meriah, tertib, dan memberi dampak luas bagi syiar Islam serta ekonomi daerah. (IGN)



Komentar