top of page

Pemdes Bantah Gedung KDMP Cigobang Dibangun Di Atas Lahan Pemakaman

  • Gambar penulis: Admin02
    Admin02
  • 4 jam yang lalu
  • 2 menit membaca


Cirebon (PRSSNIJabar) - Sebuah potongan video yang memperlihatkan bangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Cigobang, Kecamatan Pasaleman, Kabupaten Cirebon, viral di media sosial. Video tersebut memicu perbincangan publik karena menarasikan gedung koperasi dibangun di area pemakaman umum dan hanya dapat diakses kendaraan roda dua.


Narasi tersebut kemudian mendapat klarifikasi dari Pemerintah Desa (Pemdes) Cigobang. Pihak desa menegaskan, bangunan KDMP tidak berdiri di atas area pemakaman. Menurut Pemdes, sudut pengambilan gambar dalam video tidak memperlihatkan kondisi lokasi secara utuh sehingga menimbulkan persepsi yang keliru di masyarakat.


Pemdes Cigobang memastikan bangunan KDMP seluas 600 meter persegi tersebut berdiri di atas tanah kas desa yang penetapan lokasinya telah melalui musyawarah bersama warga.


Lokasi dipilih dengan mempertimbangkan asas manfaat dan kemudahan akses bagi masyarakat. Meski berada berdekatan dengan area pemakaman dan jalur menuju tempat pemakaman umum (TPU), bangunan koperasi berada di kawasan yang menjadi titik temu antara permukiman warga, gedung sekolah, dan lahan pertanian.


"Kami sesuai hasil musyawarah desa dan kesepakatan bersama bahwa pemerintah desa menyiapkan lahan desanya untuk pembangunan koperasi. Alasannya dekat sekolah, dekat permukiman, dan aksesnya sangat strategis untuk jalan poros antara permukiman dengan akses ke pertanian," terang perwakilan Pemdes Cigobang saat memberikan klarifikasi, Selasa (1/9/2026).


Terkait akses jalan yang dalam video terlihat hanya dapat dilalui kendaraan roda dua, Pemdes Cigobang membenarkan bahwa jalur yang berada persis di samping area pemakaman memang saat ini hanya dapat dilalui sepeda dan sepeda motor.


Namun, menurut pihak desa, kondisi tersebut tidak berarti bangunan KDMP hanya memiliki akses melalui jalur tersebut. Lokasi dipilih karena merupakan salah satu lahan desa yang dinilai paling dekat dan mudah dijangkau masyarakat sekitar.


Selain meluruskan narasi mengenai lokasi, Pemdes Cigobang menyebut pembangunan KDMP saat ini telah mencapai sekitar 95 persen. Bangunan tersebut nantinya tidak hanya difungsikan sebagai unit usaha perdagangan, tetapi juga sebagai sarana pelayanan bagi masyarakat desa.


Kompleks KDMP direncanakan memiliki sejumlah fungsi, mulai dari minimarket, klinik kesehatan warga, hingga pusat penampungan dan pemasaran hasil pertanian serta perkebunan lokal.


Dengan konsep tersebut, keberadaan KDMP diharapkan tidak hanya menjadi tempat transaksi ekonomi, tetapi juga mendukung aktivitas masyarakat, khususnya warga yang bergerak di sektor pertanian dan perkebunan.


Saat ini, bangunan fisik KDMP hampir rampung. Koperasi tersebut juga telah menerima satu unit armada operasional beserta sejumlah sarana penunjang lainnya.


Meski pengerjaan fisik telah mencapai sekitar 95 persen, Pemdes Cigobang mengonfirmasi jadwal pasti operasional resmi KDMP masih menunggu instruksi dan penyelesaian tahapan akhir dari pihak pengelola. (SNS)

Komentar


© 2025 by PRSSNI Daerah Jawa Barat
prssnijabar@gmail.com |  Tel: 022-2038362

bottom of page