top of page

Pariwisata Jadi Pengungkit PAD Garut, Pajak Hotel Melonjak 47 Persen

Gambar penulis: Admin02
Admin02
9 Sep
3 menit membaca


Garut (PRSSNIJabar) - Geliat pariwisata mulai memberikan dampak nyata terhadap perekonomian Kabupaten Garut. Berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS), sektor akomodasi serta makanan dan minuman tumbuh hingga 13,62 persen. Pertumbuhan tersebut ikut mendorong penerimaan pajak daerah dari sektor perhotelan dan usaha makanan-minuman.


Kondisi itu menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut. Selain menjaga momentum pertumbuhan ekonomi, pemerintah daerah mendorong peningkatan kunjungan wisatawan melalui berbagai kegiatan atau event yang diharapkan mampu menggerakkan belanja masyarakat sekaligus memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD).


Bupati Garut Abdusy Syakur Amin mengatakan, pertumbuhan ekonomi yang sedang positif harus dijaga agar tidak kembali mengalami penurunan. Salah satu strategi yang dinilainya efektif ialah memperbanyak kegiatan yang mampu menarik wisatawan dari luar daerah.


"Kalau sektor perekonomian bagus maka harus dijaga pertumbuhannya jangan sampai turun lagi. Dan itu juga saya yakin karena kerja keras kita semua yang sudah mampu membujuk orang luar datang ke Garut. Menurut saya, salah satu cara yang sangat bagus adalah melakukan event-event yang banyak. Apa saja eventnya? Bisa pariwisata, olahraga, budaya, bahkan keagamaan," ucap Syakur saat memimpin Rapat Koordinasi Optimalisasi PAD di Ruang Rapat Sekretariat Daerah (Setda) Garut, Kecamatan Tarogong Kidul, Kamis pekan lalu.


Sementara itu, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Garut Ridzky Ridznurdhin mengatakan, pertumbuhan aktivitas pariwisata terlihat dari sejumlah indikator ekonomi. Data BPS menunjukkan pertumbuhan sektoral tertinggi berasal dari akomodasi serta makanan dan minuman yang mencapai 13,62 persen.


Di saat yang sama, pergerakan wisatawan yang didominasi warga Bandung dan sekitarnya meningkat hingga 26,15 persen. Kondisi tersebut turut mendorong tingkat hunian kamar hotel yang naik 6,95 persen.


Dampaknya terlihat pada penerimaan pajak daerah. Pajak perhotelan tercatat tumbuh 47,17 persen, sedangkan pajak makanan dan minuman meningkat 35,53 persen.


"Kalau kita lihat dari sisi pertumbuhan juga luar biasa. Pertumbuhan sektoral yang paling tinggi ada di akomodasi makan minum sebanyak 13,62 persen. Dampaknya, pajak perhotelan tercatat tumbuh 47,17 persen, sedangkan pajak makanan dan minuman meningkat 35,53 persen. Ini usaha yang sangat tepat melihat struktur ekonomi Garut," jelas Ridzky.


Meski menunjukkan pertumbuhan positif, Bapenda masih menghadapi persoalan integrasi data pelaku usaha. Masih terdapat kesenjangan antara jumlah pelaku usaha yang memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) dalam sistem Online Single Submission (OSS) dengan pelaku usaha yang telah terdaftar sebagai Wajib Pajak Daerah melalui Nomor Pokok Wajib Pajak Daerah (NPWPD).


Karena itu, pendataan serta peningkatan kepatuhan wajib pajak menjadi bagian penting dalam mengoptimalkan potensi penerimaan daerah dari sektor pariwisata.


Upaya mengoptimalkan sektor pariwisata juga diarahkan pada pemerataan kunjungan wisatawan. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Garut Beni Yoga Gunasantika menyebut sekitar 70 persen kunjungan wisatawan saat ini masih terkonsentrasi di wilayah tengah dan perkotaan.


Sementara itu, wilayah selatan menyumbang sekitar 12 persen kunjungan dan wilayah utara sekitar 6,7 persen.


Untuk memperkuat kawasan yang selama ini menjadi salah satu tujuan favorit wisatawan, Disparbud menyiapkan penataan kawasan pintu gerbang Daya Tarik Wisata (DTW) Cipanas dengan konsep terpadu.


Penataan tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan kenyamanan wisatawan di kawasan Cipanas, tetapi juga menjadi pintu masuk untuk mendorong kunjungan ke berbagai destinasi lain di Kabupaten Garut.


"Sehingga kami melihat potensi seperti itu, kita akan fokus untuk menunjang terhadap pertumbuhan daya dukung di daerah tengah dan perkotaan. Pengembangan kawasan ini dirancang agar tidak hanya meningkatkan kenyamanan di satu lokasi, tetapi jadi pintu masuk ke destinasi lainnya di Garut," ujar Beni Yoga.


Dengan mengandalkan penyelenggaraan berbagai event, pembenahan infrastruktur destinasi, pemerataan kunjungan, serta penguatan basis data perpajakan, Pemkab Garut berupaya menjadikan pariwisata bukan sekadar sektor kunjungan, tetapi juga penggerak ekonomi masyarakat dan sumber penerimaan daerah. (SLT)

Komentar


© 2025 by PRSSNI Daerah Jawa Barat
prssnijabar@gmail.com |  Tel: 022-2038362

bottom of page