Om Zein Minta Pengamanan Waduk Jatiluhur Dievaluasi, Soroti Minimnya CCTV dan Personel
- Admin03

- 27 Jul
- 2 menit membaca

Purwakarta (PRSSNIJabar) - Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein atau yang akrab disapa Om Zein meminta dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengamanan di kawasan objek vital Waduk Jatiluhur.
Permintaan itu disampaikan menyusul tewasnya Sumarna (40), petugas keamanan waduk yang ditemukan mengambang di kawasan Tanggul Ubrug, Jumat (24/7/2026).
Om Zein menyampaikan hal tersebut saat bertakziah ke rumah duka almarhum di Dusun III, Desa Kembangkuning, Kecamatan Jatiluhur, Minggu (26/7/2026). Menurutnya, peristiwa itu harus menjadi momentum untuk memperbaiki standar pengamanan di kawasan strategis tersebut.
"Ke depan sebaiknya ada CCTV. Penempatan petugas juga harus disesuaikan dengan luas wilayah dan tingkat kerawanannya. Kalau areanya luas dan merupakan objek vital, tidak cukup dijaga satu orang. Personelnya harus ditambah, penerangan juga harus memadai," kata Om Zein.
Ia menegaskan, keberadaan kamera pengawas, penerangan yang memadai, serta penambahan personel bukan hanya untuk mencegah tindak kriminal, tetapi juga memberikan perlindungan bagi petugas yang menjalankan tugas di lapangan.
Sumarna diketahui bertugas sebagai Danton Linmas Desa Kembangkuning. Ia terakhir terlihat pada Kamis (23/7/2026) sekitar pukul 22.00 WIB saat bertugas di kawasan waduk. Rekan kerjanya kemudian menemukan pos jaga dalam keadaan kosong, sementara sepeda motor korban masih terparkir dan telepon genggamnya sudah tidak dapat dihubungi.
Petunjuk awal muncul setelah handy talky (HT) milik korban ditemukan berada di atas sebuah perahu. Keesokan paginya, jasad korban ditemukan mengambang tidak jauh dari lokasi tersebut dan langsung dievakuasi petugas gabungan.
Dalam proses penyelidikan, polisi menduga kematian korban berkaitan dengan teguran yang sempat diberikan kepada sekelompok orang yang diduga melakukan aksi vandalisme di kawasan tanggul. Dugaan tersebut diperkuat dengan status WhatsApp korban yang sebelumnya mengeluhkan adanya coretan-coretan di jalan area Waduk Jatiluhur.
Kasat Polair Polres Purwakarta AKP Jamal Nasir mengatakan pihaknya bersama Satreskrim Polres Purwakarta langsung melakukan penyisiran, mengevakuasi korban, serta mengamankan lokasi untuk kepentingan penyelidikan.
Sementara itu, Om Zein menegaskan Pemerintah Kabupaten Purwakarta menghormati sepenuhnya proses hukum yang tengah dilakukan kepolisian. Korban telah menjalani autopsi dan pemerintah daerah masih menunggu hasil resmi penyidikan.
"Tidak ada dugaan terkait penggunaan dana Linmas. Ada beberapa hal yang belum sempat disampaikan karena keburu terjadi musibah," ujarnya.
Om Zein berharap Perum Jasa Tirta (PJT) bersama pemerintah segera melakukan evaluasi sistem pengamanan di kawasan Waduk Jatiluhur. Ia ingin standar pengamanan di objek vital tersebut diperkuat agar keselamatan petugas lebih terjamin dan kejadian serupa tidak kembali terulang.
Hingga kini, penyebab pasti kematian Sumarna masih dalam penyelidikan Polres Purwakarta. (DLE)



Komentar