top of page

OJK Peduli Cetak Agen Literasi Keuangan Untuk Tangkal Investasi Bodong

  • Gambar penulis: Admin02
    Admin02
  • 11 Jun
  • 2 menit membaca


Cirebon (PRSSNIJabar) – Maraknya kasus investasi bodong, pinjaman ilegal, hingga berbagai bentuk kejahatan keuangan menjadi perhatian serius Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Untuk memperkuat perlindungan masyarakat, OJK melalui program Training of Trainers (ToT) OJK Peduli di Kota Cirebon menyiapkan para redaktur, jurnalis, dan Duta Literasi Keuangan sebagai agen edukasi yang mampu menyebarkan pemahaman keuangan secara luas.


Dalam kegiatan yang digelar hingga Jumat di Cirebon, Asisten Manajer Direktorat Literasi dan Edukasi Keuangan (DLEK) OJK, Diny Sulistyowati, menegaskan bahwa rendahnya tingkat literasi keuangan masih menjadi salah satu penyebab masyarakat mudah terjebak dalam berbagai modus penipuan keuangan.


Menurutnya, banyak korban investasi bodong tergiur oleh janji keuntungan besar dalam waktu singkat tanpa memahami risiko yang menyertainya.

"Banyak yang terjebak karena fear of missing out. Ketika ada tawaran keuntungan tinggi, masyarakat sering kali langsung ikut tanpa melakukan pengecekan terlebih dahulu," ujar Diny.


Ia menjelaskan, literasi keuangan tidak hanya sebatas mengetahui produk jasa keuangan, tetapi juga mencakup kemampuan, keterampilan, dan keyakinan dalam mengambil keputusan finansial yang tepat.


Melalui program ToT OJK Peduli, para peserta diharapkan dapat menjadi perpanjangan tangan OJK dalam menyampaikan edukasi kepada masyarakat. Peran tersebut dinilai penting mengingat informasi yang benar dan mudah dipahami menjadi benteng utama dalam mencegah munculnya korban baru kejahatan keuangan.


Diny menuturkan, masyarakat yang memiliki literasi keuangan yang baik akan lebih mampu membedakan kebutuhan dan keinginan, menyusun perencanaan keuangan, serta disiplin menyiapkan dana darurat, tabungan pendidikan, dan investasi sesuai profil risikonya


"Literasi keuangan pada akhirnya harus membentuk perilaku. Ketika seseorang mampu mengelola pendapatan dengan baik, menyisihkan tabungan, dan memahami risiko investasi, maka dia akan lebih terlindungi secara finansial," katanya.


Dalam paparannya, Diny juga memperkenalkan konsep financial health atau kesehatan finansial yang menekankan kemampuan mengelola kebutuhan sehari-hari, menghadapi guncangan ekonomi, merencanakan masa depan, dan memanfaatkan peluang ekonomi secara bijak.


Menurutnya, pemahaman tersebut menjadi semakin relevan di tengah berkembangnya berbagai modus penipuan digital yang menyasar masyarakat dari berbagai kalangan.

"Kalau masyarakat memahami prinsip-prinsip literasi keuangan, mereka tidak akan mudah tergiur skema piramida maupun investasi bodong yang menjanjikan keuntungan tidak masuk akal," pungkasnya.


Melalui ToT OJK Peduli di Cirebon, OJK berharap lahir semakin banyak penggerak literasi keuangan yang mampu mengedukasi masyarakat secara berkelanjutan. Dengan meningkatnya pemahaman keuangan, masyarakat diharapkan tidak hanya terhindar dari kerugian akibat penipuan, tetapi juga mampu mencapai kesejahteraan finansial yang lebih baik dan berkelanjutan. (IGN).

Komentar


© 2025 by PRSSNI Daerah Jawa Barat
prssnijabar@gmail.com |  Tel: 022-2038362

bottom of page