OJK Jabar Perkuat Inklusi Keuangan Disabilitas
- Admin02

- 25 Mei
- 2 menit membaca

Bandung (PRSSNIJabar) - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jawa Barat terus mendorong terciptanya layanan keuangan yang inklusif dan setara bagi seluruh masyarakat, termasuk penyandang disabilitas. Komitmen tersebut ditegaskan melalui penutupan Program Pelatihan Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO) bagi petugas layanan perbankan atau frontliners di Auditorium Bandung Creative Hub, Senin (18/5/2026) lalu.
Dalam siaran pers OJK akhir pekan kemarin, Kepala OJK Jawa Barat, Darwisman, menegaskan bahwa akses terhadap layanan jasa keuangan merupakan hak seluruh masyarakat tanpa terkecuali. Menurutnya, peningkatan inklusi keuangan tidak cukup hanya melalui penyediaan produk, tetapi juga harus diiringi dengan kesiapan sumber daya manusia yang mampu memberikan pelayanan ramah disabilitas.
āKita sudah menutup pelatihan BISINDO bagi pegawai frontliner bank umum di Kota Bandung. Kegiatan ini bertujuan agar pegawai tidak hanya menguasai keterampilan baru, melainkan menjadi duta inklusi yang membuka pintu layanan keuangan lebih lebar bagi saudara-saudara kita penyandang disabilitas. Visi kami jelas: no one left behind,ā kata Darwisman dalam keterangannya.
Ia menambahkan, OJK Jawa Barat juga terus mendorong industri perbankan untuk mengadopsi Pedoman SETARA sebagai standar pelayanan keuangan yang inklusif dan ramah disabilitas. Langkah tersebut dinilai penting agar masyarakat penyandang disabilitas memperoleh pengalaman layanan yang aman, nyaman, dan setara saat mengakses layanan keuangan formal.
Program pelatihan BISINDO ini menjadi bagian dari implementasi program DIA KITA (Disabilitas Berdaya, Keuangan Inklusif Tercipta), sebuah inisiatif unggulan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kota Bandung. Program tersebut dirancang untuk memperluas akses keuangan bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa diskriminasi.
Pelatihan intensif yang berlangsung sejak 13 April 2026 itu berhasil membekali 40 petugas frontliner dari 33 instansi perbankan dengan kemampuan dasar komunikasi menggunakan bahasa isyarat. Dalam pelaksanaannya, OJK turut menggandeng Gerakan untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia (Gerkatin) melalui keterlibatan Guru Teman Tuli sebagai pengajar utama.
Kegiatan tersebut dihadiri lebih dari 150 peserta yang terdiri atas perwakilan industri perbankan, komunitas disabilitas, hingga unsur pemerintah daerah. Pemerintah Kota Bandung turut memberikan apresiasi atas kolaborasi yang terbangun antara regulator, pelaku jasa keuangan, dan komunitas masyarakat dalam memperkuat inklusi keuangan.
Selain penutupan pelatihan, kegiatan tersebut juga menandai dimulainya Bulan Literasi Keuangan (BLK) 2026 di Jawa Barat. Kick-off dilakukan secara simbolis melalui penabuhan kendang serta penyerahan flyer literasi keuangan dalam format huruf braille yang dilengkapi barcode menuju audiobook bagi penyandang disabilitas netra.
Darwisman menekankan bahwa penguatan literasi dan inklusi keuangan membutuhkan sinergi seluruh pihak, mulai dari regulator, pemerintah daerah, industri jasa keuangan, hingga komunitas masyarakat.
āOJK berkomitmen memastikan layanan keuangan di Jawa Barat tumbuh semakin aman, inklusif, dan berkelanjutan sehingga mampu memberdayakan seluruh lapisan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas,ā katanya.
Diketahui rangkaian Bulan Literasi Keuangan 2026 sendiri akan berlangsung hingga Juni mendatang dengan berbagai agenda edukasi keuangan, kampanye perlindungan konsumen, sosialisasi bahaya pinjaman online ilegal, hingga pemberian penghargaan Financial Literacy Award. (IGN).



Komentar