KSAD Tinjau Jembatan Pongpet yang Anjlok, Maruli Simanjuntak Minta Maaf


Pangandaran (PRSSNIJabar) - Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak turun langsung meninjau kondisi Jembatan Gantung Pongpet di Dusun Margajaya, Desa Margacinta, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, Senin (14/9/2026) siang.
Kedatangan Jenderal Maruli untuk memastikan proses evaluasi sekaligus rekonstruksi jembatan yang sebelumnya mengalami kerusakan teknis dan anjlok saat hendak diresmikan tersebut berjalan sesuai perencanaan.
Jembatan sepanjang 64 meter itu merupakan akses penting yang menghubungkan Dusun Cidawung, Margajaya dan Margacinta di Kecamatan Cijulang dengan wilayah Kecamatan Parigi.
Setibanya di lokasi, Jenderal Maruli terlebih dahulu menyimak paparan rencana pembangunan melalui layar pemantau. Setelah itu, ia turun langsung mengecek kondisi konstruksi dan sempat melangkah sekitar lima meter di atas gelagar jembatan.
Di hadapan ratusan warga yang menyambut kedatangannya, Jenderal Maruli menyampaikan permohonan maaf atas insiden putusnya tali seling jembatan tersebut.
"Secara pertanggungjawaban, saya mohon maaf atas kejadian ini. Kejadian di sini adalah putus tali di bagian selingnya. Tetapi kami akan segera perbaiki dan ini jadi bahan evaluasi kita supaya ke depan bisa membuat yang lebih baik dan lebih aman," ujar Jenderal Maruli
Menurutnya, Jembatan Gantung Pongpet merupakan salah satu dari sekitar 3.400 jembatan yang telah dibangun TNI AD di berbagai wilayah Indonesia.
Jembatan tersebut terdiri dari berbagai jenis, mulai Bailey, Armco, beton hingga jembatan gantung. Khusus jembatan gantung, konstruksi tersebut kerap menjadi pilihan bagi daerah terpencil yang membutuhkan akses penghubung, terutama ketika kemampuan anggaran pemerintah daerah belum memungkinkan membangun jembatan beton yang membutuhkan biaya besar.
Namun, menyusul insiden di Pongpet, TNI AD memilih langkah lebih menyeluruh. Jembatan akan dibongkar total dan dibangun kembali sejak awal dengan struktur yang dinilai lebih kokoh dan aman.
Berdasarkan papan informasi proyek, anggaran rekonstruksi jembatan tersebut mencapai Rp528.752.000. Pengerjaannya menggunakan sistem swakelola tipe dua dengan metode padat karya.
Rekonstruksi ditargetkan selesai dalam waktu sekitar dua bulan. Pengerjaan dilakukan secara maraton, baik siang maupun malam, dengan melibatkan prajurit TNI, Polri, pemerintah daerah dan masyarakat setempat.
Jenderal Maruli berharap pembangunan kembali Jembatan Pongpet tidak hanya menyelesaikan persoalan infrastruktur, tetapi juga segera mengembalikan akses masyarakat yang selama ini bergantung pada jembatan tersebut.
"Ini kita perbaiki dan kita evaluasi supaya ke depan lebih baik dan lebih aman," tegasnya.
Dengan kembali berfungsinya jembatan, mobilitas warga di kawasan pesisir Pangandaran diharapkan pulih, termasuk aktivitas ekonomi masyarakat yang selama ini bergantung pada akses penghubung tersebut. (AST)



Komentar