Kisah Inspiratif Popon, Perempuan Tunanetra yang Sukses Bangun Home Spa dari Rumah di Bandung
- Admin03

- 31 Jul
- 2 menit membaca

POPON SITI LATIFAH DENGAN MURIDNYA DI WYATAGUNA
Bandung (PRSSNIJabar) - Sebuah rumah di kawasan Jalan Bukit Raya Atas No.49, Ciumbuleuit, Kecamatan Cidadap, Kota Bandung, menyimpan kisah inspiratif. Di salah satu kamarnya yang disulap menjadi ruang perawatan, aroma terapi menguar lembut, musik mengalun pelan, menciptakan suasana tenang bagi setiap pelanggan yang datang.
Tak ada kemewahan berlebihan. Namun justru dari kesederhanaan itulah lahir konsep home spa yang mengedepankan suasana privat, hangat, dan penuh kenyamanan.
Di balik Latifah Spa berdiri sosok Popon Siti Latifah (39), perempuan tangguh yang telah menyandang tunanetra sejak masih duduk di bangku sekolah dasar. Keterbatasan penglihatan tak pernah memadamkan semangatnya untuk terus berkarya dan mandiri.
Selain dikenal sebagai instruktur spa dan massage putri di Sentra Wyataguna, Jalan Pajajaran, Bandung, Popon juga telah hampir tiga tahun melayani perawatan spa secara panggilan ke rumah, hotel, apartemen hingga perkantoran.
"Ternyata banyak pelanggan yang ingin treatment di tempat yang lebih nyaman. Dari situlah saya akhirnya memutuskan membuka satu ruang treatment di rumah," tutur Popon.
Ruangan yang sebelumnya tak terpakai kini berubah menjadi tempat perawatan yang menghadirkan suasana akrab bagi setiap pelanggan.
"Saya manfaatkan kamar kosong supaya lebih berdaya guna. Alhamdulillah sekarang bisa menghasilkan juga untuk saya," ujarnya sambil tersenyum.
Latifah Spa menawarkan beragam layanan perawatan, mulai dari Body Massage, Shiatsu, Body Scrub, Masker Badan, hingga Totok Wajah.
Bagi Popon, pelayanan bukan sekadar memberikan relaksasi, tetapi juga menghadirkan pengalaman yang membuat pelanggan merasa seperti berada di rumah sendiri.
Konsep itulah yang kemudian ia tuangkan dalam slogan "Private dan Intimate".
"Pelanggan bisa menikmati treatment dengan suasana yang lebih pribadi, lebih akrab, dan tidak kaku," katanya.
Tak hanya membuka layanan spa, Popon juga membuka kelas privat bagi siapa saja yang ingin mempelajari keterampilan spa dan massage sebagai bekal profesi.
Perjalanan hidup Popon sendiri menjadi bukti bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti bermimpi. Lahir pada 28 Februari 1986, ia memilih menjadikan setiap tantangan sebagai sumber kekuatan.
Refleksi perjalanan hidupnya bahkan dituangkan dalam buku antologi puisi dan sajak berjudul Kupinjamkan Mataku pada Malam yang diterbitkan Ultimus pada 2024.
Semangat pemberdayaan juga ia wujudkan melalui pendirian Blind's Moms Community, komunitas yang dibangun bersama para ibu penyandang tunanetra untuk saling menguatkan dan berkembang.
Di tengah berbagai aktivitasnya, ibu dari seorang putri ini juga aktif menyalurkan hobi. Mulai dari berenang, bermain catur, hingga olahraga bowling.
"Bagi saya, melihat dunia itu tidak harus dengan mata. Bisa dengan hati, dengan sentuhan, dan melalui karya," ucapnya.
Melalui Latifah Spa, Popon bukan hanya membangun usaha untuk menghidupi keluarga. Ia juga menghadirkan ruang yang nyaman bagi para perempuan untuk melepas penat, sekaligus menunjukkan bahwa keterbatasan fisik tidak pernah menjadi penghalang untuk berkarya, menginspirasi, dan memberdayakan sesama.(GPWK)



Komentar