top of page

Kemarau Panjang, Perhutani Ciamis Salurkan Air Bersih dan Siagakan 30.585 Hektare Hutan

Gambar penulis: Admin02
Admin02
4 Sep
2 menit membaca


Ciamis (PRSSNIJabar) - Kemarau tidak hanya membuat sejumlah warga di sekitar kawasan hutan Perum Perhutani KPH Ciamis kesulitan mendapatkan air bersih. Kondisi kering juga meningkatkan ancaman kebakaran hutan yang harus diantisipasi secara menyeluruh.


Menghadapi dua persoalan tersebut, Perum Perhutani KPH Ciamis menjalankan langkah bersamaan. Bantuan air bersih disalurkan secara berkala kepada warga yang kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari, sementara pengawasan terhadap kawasan hutan diperketat untuk mencegah kebakaran.


Administratur Perum Perhutani KPH Ciamis, Tofik Hidayat, mengatakan bantuan air diprioritaskan bagi permukiman yang berada jauh dari sumber air bersih.


Menurutnya, di sejumlah wilayah, warga bahkan harus menempuh jarak puluhan hingga ratusan meter untuk mendapatkan air.


ā€œBantuan ini kita salurkan secara berkala untuk meringankan beban mereka, setidaknya untuk kebutuhan satu dua hari sehingga tidak perlu menempuh jarak jauh. Titiknya akan kita geser terus menyesuaikan wilayah yang membutuhkan,ā€ ujar Tofik, Kamis (3/9/2026).


Penyaluran dilakukan menggunakan armada tangki serta kendaraan dinas Polisi Hutan. Pola tersebut memungkinkan bantuan bergerak mengikuti kondisi warga di berbagai wilayah sekitar kawasan hutan yang membutuhkan.


Di tengah penyaluran bantuan, Perhutani juga meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Sebanyak 30.585 hektare kawasan hutan di bawah pengelolaan KPH Ciamis kini mendapat pengawasan lebih ketat seiring kondisi kemarau yang terjadi dari wilayah utara hingga selatan.


Tofik menegaskan, potensi kebakaran tidak bisa hanya diantisipasi pada sejumlah titik yang selama ini dianggap rawan. Seluruh kawasan harus mendapat perhatian, terutama bagian hutan yang berbatasan atau berdekatan dengan jalan umum dan banyak dilalui masyarakat.


ā€œSeluruh kawasan hutan seluas 30.585 hektare potensial terjadi kebakaran. Karena itu, kami fokuskan upaya preventif secara menyeluruh,ā€ katanya.


Untuk memperkuat deteksi dini, Perhutani melibatkan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH). Masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di sekitar kawasan hutan diharapkan menjadi bagian penting dalam mendeteksi lebih cepat jika muncul potensi titik api.


Sementara itu, kemarau dimanfaatkan Perhutani untuk mempersiapkan kegiatan rehabilitasi hutan. Pembuatan persemaian dan pembibitan tanaman terus dipacu sehingga ketika musim penghujan diperkirakan tiba pada November hingga Januari mendatang, bibit telah siap ditanam.


Aktivitas produksi kayu dan getah pinus juga tetap berjalan normal. Kondisi jalan kawasan hutan yang lebih kering justru membantu mobilitas kendaraan angkut menuju lokasi penyadapan maupun tebangan.


Dengan langkah tersebut, Perhutani KPH Ciamis berupaya menjaga kawasan hutan sekaligus merespons persoalan sosial masyarakat di tengah kemarau, mulai dari pemenuhan kebutuhan air bersih, pencegahan karhutla hingga persiapan rehabilitasi hutan. (AST)

Komentar


© 2025 by PRSSNI Daerah Jawa Barat
prssnijabar@gmail.com |  Tel: 022-2038362

bottom of page