Kebutuhan Capai 2.800 Labu per Bulan, PMI Tasikmalaya Andalkan Blood Jek


Tasikmalaya (PRSSNIJabar) - Kebutuhan darah di wilayah Kota Tasikmalaya mencapai sekitar 2.800 labu setiap bulan atau rata-rata 70 hingga 80 labu per hari. Di tengah kebutuhan tersebut, Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Tasikmalaya terus memperkuat jejaring pendonor sekaligus memastikan kualitas darah tetap terjaga hingga proses distribusi ke rumah sakit.
Upaya itu menjadi bagian dari peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 PMI di Kota Tasikmalaya. Kegiatan yang berlangsung di Aula Bappelitbangda Kompleks Bale Kota Tasikmalaya, Rabu (16/9/2026),l lalu, dikemas tidak sekadar dengan donor darah massal.
Sebanyak 150 perwakilan dari lingkungan Pemkot Tasikmalaya, TNI/Polri, sektor swasta, hingga koordinator Keluarga Donor Darah (KDD) mengikuti kegiatan yang juga diisi edukasi karakter golongan darah, kesehatan mental, serta literasi perlindungan konsumen bersama Bank Indonesia.
Ketua PMI Kota Tasikmalaya, Rahmat Kurnia, mengatakan kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya untuk menjaga keberlangsungan donor darah sukarela di berbagai instansi.
āDi setiap dinas dan instansi ada koordinator KDD yang menaungi para pendonor sukarela. Melalui edukasi karakter golongan darah yang aplikatif ini, kami ingin menyegarkan kembali motivasi para pendonor rutin sekaligus menarik minat pendonor baru,ā kata Rahmat di sela-sela kegiatan.
Menurut dia, keberadaan koordinator KDD di setiap unit kerja menjadi bagian penting dalam membangun jejaring pendonor. Dengan jejaring tersebut, PMI berharap kebutuhan darah dapat terus ditopang oleh pendonor sukarela yang aktif dan rutin.
Pasalnya, kebutuhan darah di wilayah Tasikmalaya cukup tinggi. Kebutuhan sekitar 2.800 labu per bulan tersebut ditopang oleh tiga fasilitas transfusi darah, yakni UTD PMI Kota Tasikmalaya, UTD PMI Kabupaten Tasikmalaya, dan UTDRS dr. Soekardjo.
Khusus UTD PMI Kota Tasikmalaya, distribusi darah mencapai sekitar 1.100 labu setiap bulan atau sekitar 35 hingga 40 labu per hari.
Tingginya kebutuhan sekaligus cepatnya perputaran darah membuat proses distribusi menjadi bagian yang tak kalah penting. Darah yang telah tersedia tidak hanya harus segera dikirim, tetapi juga perlu dijaga kondisinya selama perjalanan menuju rumah sakit.
Untuk menjawab kebutuhan tersebut, PMI Kota Tasikmalaya mengoptimalkan layanan distribusi menggunakan armada khusus yang diberi nama Blood Jek.
Layanan ini berperan dalam menjaga cold chain atau rantai dingin selama proses pengiriman darah. Darah dibawa menggunakan cool box berstandar medis dengan suhu penyimpanan yang dijaga sesuai ketentuan selama perjalanan dari fasilitas PMI menuju rumah sakit.
āDarah merupakan komoditas medis yang sangat sensitif. Kualitasnya harus terjamin dingin menggunakan cool box khusus selama proses pengiriman,ā ujar Rahmat.
Menurutnya, keberadaan petugas Blood Jek membantu memastikan proses distribusi berjalan sesuai prosedur sehingga kondisi darah tetap terjaga ketika tiba di fasilitas pelayanan kesehatan.
Dengan kebutuhan darah yang berlangsung setiap hari, PMI Kota Tasikmalaya kini tidak hanya berhadapan dengan tantangan mengajak masyarakat untuk berdonor. Di sisi lain, ada pula pekerjaan untuk memastikan darah yang telah terkumpul dapat dikelola dan didistribusikan dengan baik.
Peringatan HUT ke-81 PMI pun menjadi momentum untuk melihat donor darah sebagai sebuah ekosistem layanan kemanusiaanādimulai dari menjaga semangat pendonor, memastikan ketersediaan stok, hingga menjaga kualitas darah dalam perjalanan menuju mereka yang membutuhkan. (AKA)



Komentar