top of page

Kebakaran Lahan Perhutani di Banjarsari Sempat Dekati Permukiman Warga

Gambar penulis: Admin03
Admin03
4 hari yang lalu
1 menit membaca

Ciamis (PRSSNIJabar) - Kebakaran lahan milik Perhutani terjadi di wilayah perbatasan Desa Cicapar dan Desa Ciulu, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis, Minggu (4/10/2026).


Api sempat merambat hingga mendekati permukiman warga. Namun, kondisi terkini dipastikan aman setelah titik api yang berada paling dekat dengan rumah penduduk mulai berhasil dipadamkan.


Informasi tersebut diperoleh setelah koordinasi antara Mantri Perhutani Aam dengan perangkat Desa Cicapar. Meski api mulai terkendali, proses pemadaman masih terus dilakukan untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali menyala.


Petugas Perhutani bersama masyarakat dan pemerintah desa setempat kini fokus membuat sekat bakar. Langkah tersebut dilakukan untuk membatasi pergerakan api sekaligus mencegah kebakaran meluas ke arah permukiman.


Sementara itu, tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ciamis dilaporkan tengah menuju lokasi untuk memperkuat proses penanganan.


Kepala BPBD Kabupaten Ciamis Ani Supiani mengatakan, pihaknya telah menyiapkan personel dan peralatan untuk membantu proses pemadaman.


ā€œTim kami segera bergabung di lokasi untuk memastikan penanganan berjalan maksimal. Fokus utama adalah melindungi warga dan mencegah api meluas ke pemukiman,ā€ ujar Ani Supiani.


Hingga Minggu malam, sejumlah titik api memang mulai padam. Namun, kepulan asap masih terlihat di beberapa bagian lahan.


Personel Perhutani bersama relawan dan masyarakat tetap bersiaga di lokasi. Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan api benar-benar padam dan tidak kembali merambat akibat kondisi lahan yang kering.

Kebakaran ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan, terutama saat kondisi lingkungan kering.


Sinergi Perhutani, pemerintah desa, masyarakat dan BPBD menjadi bagian penting dalam mencegah api meluas serta menjaga keselamatan warga di sekitar kawasan terdampak. (AST)

Komentar


© 2025 by PRSSNI Daerah Jawa Barat
prssnijabar@gmail.com |  Tel: 022-2038362

bottom of page