top of page

KAI Daop 2 Apresiasi Dedi Mulyadi atas Atensi Kasus Pengeroyokan Petugas Perlintasan KA di Garut

  • Gambar penulis: Admin03
    Admin03
  • 14 Jul
  • 2 menit membaca

Bandung (PRSSNIJabar) - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi beserta jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang memberikan perhatian serius terhadap kasus pengeroyokan yang menimpa Petugas Penjaga Perlintasan Sebidang (JPL) 227 Leuwigoong, Kabupaten Garut.


Insiden yang terjadi pada Minggu (12/7) itu menimpa petugas saat sedang menjalankan tugas menjaga keselamatan perjalanan kereta api di perlintasan sebidang KM 210+8 petak jalan Karangsari–Cibatu. Ketika mengingatkan pengguna jalan agar mematuhi aturan saat melintas, petugas justru menjadi korban aksi kekerasan yang dilakukan sejumlah oknum.


Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, mengatakan perhatian yang diberikan Pemerintah Provinsi Jawa Barat menjadi bentuk kepedulian nyata terhadap petugas yang setiap hari berada di garis depan menjaga keselamatan perjalanan kereta api.


"Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bapak Gubernur Jawa Barat beserta seluruh jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang telah memberikan perhatian dan atensi penuh terhadap peristiwa pengeroyokan yang dialami petugas JPL 227 Leuwigoong. Dukungan tersebut menjadi penyemangat bagi seluruh insan KAI yang setiap hari bertugas menjaga keselamatan perjalanan kereta api dan pengguna jalan di perlintasan sebidang," ujar Kuswardojo. Selasa (14/7/2026)


Selain kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat, KAI Daop 2 Bandung juga mengapresiasi langkah cepat jajaran kepolisian, khususnya Polsek Leuwigoong dan Polres Garut, yang bergerak mengungkap kasus tersebut hingga menangkap para pelaku untuk diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.


"Kami mendukung sepenuhnya kinerja Polsek Leuwigoong dan Polres Garut dalam melakukan penangkapan serta proses hukum terhadap para pelaku. Kami berharap penegakan hukum berjalan dengan baik sehingga memberikan rasa keadilan bagi petugas sekaligus menimbulkan efek jera agar kejadian serupa tidak terulang," katanya.


KAI menilai sinergi yang selama ini terjalin dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api. Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui edukasi kepada masyarakat, peningkatan disiplin pengguna jalan di perlintasan sebidang, hingga dukungan terhadap berbagai program keselamatan perkeretaapian.


Kuswardojo mengingatkan, perlintasan sebidang merupakan titik rawan yang membutuhkan kedisiplinan seluruh pengguna jalan. Sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, setiap pengguna jalan wajib mendahulukan perjalanan kereta api serta mematuhi rambu, sinyal, dan arahan petugas.


Ia berharap peristiwa pengeroyokan tersebut menjadi pelajaran bagi masyarakat agar lebih menghargai petugas yang menjalankan tugas negara demi keselamatan bersama.


"Keselamatan harus menjadi prioritas utama. Hormati petugas yang sedang bertugas, patuhi seluruh aturan di perlintasan sebidang, dan selalu dahulukan perjalanan kereta api. Keselamatan bukan hanya menjadi tanggung jawab KAI, tetapi juga tanggung jawab seluruh elemen masyarakat dan pemerintah daerah," tegasnya.


KAI Daop 2 Bandung menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, pemerintah daerah, aparat penegak hukum, serta seluruh pemangku kepentingan guna membangun budaya keselamatan di perlintasan sebidang dan mewujudkan perjalanan kereta api yang aman, selamat, serta tepat waktu. (AMJ)

Komentar


© 2025 by PRSSNI Daerah Jawa Barat
prssnijabar@gmail.com |  Tel: 022-2038362

bottom of page