top of page

Jasad Nelayan Cipatujah Ditemukan di Hari Ketiga Pencarian

Gambar penulis: Admin02
Admin02
6 hari yang lalu
2 menit membaca


Tasikmalaya (PRSSNIJabar) - Operasi pencarian korban kecelakaan laut di perairan Pamoekan, Desa Sindangkerta, Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya, membuahkan hasil pada hari ketiga, Jumat (2/10/2026). Tim SAR gabungan menemukan satu dari dua nelayan yang sebelumnya dinyatakan hilang tersapu ombak.


Korban yang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia diketahui bernama Weli (30). Jasad korban ditemukan sekitar pukul 21.45 WIB, tidak jauh dari lokasi awal kejadian.


Komandan Tim SAR Tasikmalaya, Dedi Haryanto, membenarkan penemuan tersebut. Menurut dia, jasad Weli ditemukan sekitar 500 meter ke arah timur dari titik awal kejadian.


"Betul, baru satu yang ditemukan atas nama Weli. Lokasi penemuan tidak jauh dari titik awal kejadian, sekitar 500 meter ke arah timur. Korban langsung kami evakuasi menuju rumah duka," kata Dedi Haryanto, Jumat (2/10/2026) malam.


Sementara itu, satu korban lainnya, Ending (56), masih dinyatakan hilang. Tim SAR gabungan melanjutkan penyisiran untuk menemukan keberadaan korban.


Pencarian hari ketiga berlangsung di tengah kondisi gelombang laut yang cukup tinggi. Tim SAR membagi personel dalam Search and Rescue Unit (SRU) darat dan SRU air, dengan dukungan lima perahu nelayan.


Kondisi gelombang yang meningkat pada siang hari membuat tim harus menyesuaikan waktu penyisiran. Untuk menjaga keselamatan personel, pencarian dimaksimalkan pada pagi, sore, hingga malam hari ketika kondisi ombak relatif lebih landai.


"Efektivitas pencarian sangat bergantung pada jendela waktu kondisi laut. Kendala teknis berupa gelombang tinggi pada siang hari kami siasati dengan memfokuskan pergerakan di waktu-waktu yang aman bagi personel," jelas Dedi.


Pada hari keempat, Sabtu (3/10/2026), pencarian difokuskan untuk menemukan Ending. Tim gabungan juga kembali memperluas radius penyisiran di sepanjang garis pantai dan perairan terbuka Cipatujah.


Kecelakaan laut tersebut sebelumnya menimpa tiga orang dalam satu rombongan yang melaut pada Selasa (29/9/2026) malam. Rudi (30), anak dari Ending, berhasil selamat setelah berenang ke tepian ketika perahu yang mereka tumpangi terempas ombak pemecah pantai (amur).


Pencarian melibatkan Pos SAR Tasikmalaya, Pangandaran, Polairud Cipatujah, BPBD, serta relawan nelayan. (AST)

Komentar


© 2025 by PRSSNI Daerah Jawa Barat
prssnijabar@gmail.com |  Tel: 022-2038362

bottom of page