Jabar Berseka Dimulai, KDM Ajak Warga Kelola Sampah Dari Rumah
- Admin02

- 24 Jul
- 2 menit membaca

Bandung (PRSSNIJabar) - Upaya mempercepat penanganan sampah di Jawa Barat memasuki babak baru. Pemerintah pusat bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan pemerintah kabupaten/kota di kawasan Bandung Raya resmi menggelorakan gerakan Jabar Berseka (Bersih, Resik, dan Indah) melalui Apel Siaga dan Deklarasi Bersama Aksi Pilah Sampah dari Rumah di Sport Jabar Arcamanik, Kota Bandung, Jumat (24/7).
Kegiatan tersebut diikuti lebih dari 4.000 peserta yang berasal dari unsur pemerintah, TNI, Polri, akademisi, mahasiswa, RT/RW, hingga berbagai komunitas peduli lingkungan. Gerakan ini menjadi simbol dimulainya penguatan budaya mengelola sampah dari sumbernya, yakni rumah tangga.
Saat sambutan, Menteri Koordinator Bidang Pangan RI, Zulkifli Hasan, mengatakan persoalan sampah telah menjadi tantangan serius di berbagai daerah, termasuk Bandung Raya yang setiap harinya menghasilkan hampir 2.000 ton sampah.
"Masalah sampah bukan hanya urusan pemerintah, tetapi urusan kita semua. Kalau sampah dikelola dengan baik, justru bisa menghasilkan energi, pupuk, bahkan bahan bakar," ucap Zulkifli Hasan.
Menurutnya, pemerintah saat ini tengah mempercepat pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik dengan memangkas berbagai regulasi yang dinilai menghambat. Langkah tersebut ditargetkan dapat diterapkan di sekitar 60 kota di Indonesia.
Ia juga menegaskan pemerintah menargetkan sistem pembuangan terbuka atau open dumping dapat dihentikan dalam dua tahun mendatang. Meski begitu, teknologi saja tidak cukup jika tidak dibarengi perubahan perilaku masyarakat.
"Hal yang paling penting adalah pemilahan sampah dari rumah tangga. Organik dan anorganik harus dipisahkan sejak dari sumbernya," katanya.
Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau yang kerap disapa KDM, menilai keberhasilan Jabar Berseka sangat bergantung pada kesadaran masyarakat. Ia mengajak warga mengubah kebiasaan dengan tidak hanya mengeluhkan persoalan sampah, tetapi ikut mengambil tindakan nyata.
"Kalau ada sampah jangan divideo, tetapi dipungut. Budaya itu yang harus kita ubah," tegas KDM.
Sebagai bentuk komitmen, Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan memasukkan materi pemilahan dan pengelolaan sampah ke dalam kegiatan pembelajaran di sekolah. Selain itu, penerima bantuan pendidikan nantinya didorong membawa sampah plastik bersih ke sekolah untuk didaur ulang melalui perusahaan mitra.
Pemprov Jabar juga tengah menyiapkan Peraturan Gubernur yang mengatur larangan membuang sampah sembarangan lengkap dengan sanksi bagi para pelanggarnya.
"Kita ingin Jawa Barat Berseka, hidup yang bersih, rapi, dan indah menuju Indonesia yang aman, sehat, resik, dan indah," ucapnya.
Melalui gerakan ini, pemerintah berharap budaya memilah sampah dari rumah dapat menjadi kebiasaan baru masyarakat. Langkah tersebut sekaligus mendukung target nasional untuk menuntaskan sedikitnya 80 persen persoalan sampah pada 2029 melalui kolaborasi pemerintah, masyarakat, dunia pendidikan, pelaku usaha, dan pemanfaatan teknologi ramah lingkungan. (IGN)



Komentar