top of page

HNSI Desak Evakuasi Batu Bara di Perairan Pangandaran, Khawatir Rusak Ekosistem Laut

  • Gambar penulis: Admin02
    Admin02
  • 14 Jul
  • 2 menit membaca


Pangandaran (PRSSNIJabar) - Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Pangandaran bersama DPRD Kabupaten Pangandaran mendesak pemerintah segera mengevakuasi material batu bara yang tercecer di perairan Pangandaran. Hingga kini, proses evakuasi dinilai belum menunjukkan perkembangan yang signifikan, padahal material batu bara masih berada di dasar laut.


Insiden ini bermula ketika sebuah tongkang bermuatan sekitar 80 ribu ton batu bara mengalami gangguan teknis di perairan Pangandaran pada pertengahan Juni 2026. Demi menghindari risiko yang lebih besar, otoritas terkait memutuskan mendamparkan tongkang tersebut ke kawasan pesisir sebagai langkah penanganan darurat.


Ketua HNSI Kabupaten Pangandaran, Jeje Wiradinata, mengatakan aliansi nelayan dan masyarakat pesisir kecewa karena hingga hampir satu bulan sejak kejadian, material batu bara yang tercecer di dasar laut belum juga dievakuasi.


"Kami kecewa setelah menghadiri rapat teknis di Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas III Pangandaran pekan lalu. Pemerintah harus lebih serius menangani persoalan ini. Jangan hanya menunggu proses berjalan, tetapi harus aktif melibatkan seluruh pihak yang memiliki kompetensi, termasuk organisasi nelayan yang merasakan langsung dampaknya," kata Jeje, Minggu (12/7/2026).


Menurut Jeje, material batu bara tersebut berada di kawasan yang memiliki ekosistem terumbu karang sehingga berpotensi menimbulkan dampak terhadap lingkungan laut apabila terlalu lama dibiarkan.


"Semakin lama evakuasi ditunda, potensi kerusakan terhadap ekosistem laut akan semakin besar. Kondisi ini juga mengancam mata pencaharian ribuan nelayan yang bergantung pada hasil laut," ujarnya.


Ia meminta pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta instansi terkait segera mengambil langkah konkret agar proses evakuasi dapat segera dilakukan. Selain untuk melindungi ekosistem laut, percepatan penanganan juga dinilai penting guna memberikan kepastian bagi masyarakat pesisir yang terdampak.


Hingga berita ini diturunkan, belum ada kepastian mengenai jadwal dimulainya proses pengangkatan material batu bara yang tercecer di dasar laut perairan Pangandaran. Pemerintah maupun pihak terkait juga belum menyampaikan perkembangan terbaru mengenai tahapan evakuasi tersebut. (AST)

Komentar


© 2025 by PRSSNI Daerah Jawa Barat
prssnijabar@gmail.com |  Tel: 022-2038362

bottom of page