top of page

Hari Kedua Pencarian Dua Nelayan Hilang di Cipatujah, SAR Bagi Dua SRU

Gambar penulis: Admin03
Admin03
1 Okt
2 menit membaca


Tasikmalaya (PRSSNIJabar) - Dua nelayan yang hilang setelah perahu yang mereka tumpangi terbalik dihantam gelombang tinggi di perairan Pelabuhan Pamoekan, Desa Sindangkerta, Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya, hingga Kamis (1/10/2026) belum ditemukan.


Memasuki hari kedua pencarian, tim SAR gabungan memperluas penyisiran dengan membagi personel menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU). Pencarian dilakukan dari garis pantai hingga wilayah perairan terbuka.


Kedua nelayan yang masih dalam pencarian yakni Ending (58), pemilik perahu, dan Weli (48). Sementara satu ABK lainnya, Budi Andriana (33), berhasil menyelamatkan diri dengan berenang menuju pantai.


Peristiwa nahas tersebut terjadi Selasa (29/9/2026) sekitar pukul 22.30 WIB. Ketiga nelayan sebelumnya berangkat melaut menggunakan perahu Pahala Kencana dari pesisir Sindangkerta sekitar pukul 22.00 WIB.

Mereka hendak memasang jaring ikan layur. Namun, setelah selesai memasang jaring dan dalam perjalanan kembali ke daratan, perahu dihantam gelombang besar hingga terbalik.


Lokasi kejadian diperkirakan hanya sekitar 100 meter dari bibir pantai.


Teriakan minta tolong di tengah gelapnya malam terdengar oleh Endang Duyeh (60), nelayan setempat. Ia kemudian melihat perahu Pahala Kencana sudah dalam kondisi terbalik diterjang ombak.


Warga dan nelayan yang mengetahui kejadian tersebut langsung melakukan pertolongan secara swadaya.


Budi Andriana berhasil mencapai pantai setelah berenang menerjang ombak. Namun, Ending dan Weli terseret arus dan hingga kini belum ditemukan.


Sementara bangkai perahu Pahala Kencana berhasil dievakuasi warga pada Rabu (30/9/2026) pagi dalam kondisi rusak berat.

Gelombang Tinggi Hambat Pencarian

Upaya pencarian yang dilakukan sejak Rabu menghadapi kendala cuaca ekstrem dan gelombang tinggi.


Kasat Polairud Polres Tasikmalaya AKP Dian Susila Setya mengatakan, kondisi gelombang cukup membahayakan keselamatan personel yang melakukan penyisiran di laut.


Tim sebelumnya sempat mengerahkan tiga unit perahu untuk menyisir lokasi kejadian. Namun, karena gelombang semakin tinggi, dua perahu ditarik demi keselamatan petugas.


Satu unit perahu kemudian tetap disiagakan untuk melakukan pencarian jarak dekat di sekitar lokasi terakhir korban diduga berada.

Pencarian Dibagi Dua SRU

Memasuki hari kedua, Kamis pagi, pencarian kembali dilakukan dengan pola yang diperluas.


Komandan Tim SAR Tasikmalaya, Dedi Haryanto, mengatakan pencarian hingga pagi hari belum membuahkan hasil.


"Hingga pagi hari kedua, tim gabungan melaporkan bahwa upaya pencarian masih belum membuahkan hasil yang signifikan. Status pencarian secara resmi dinyatakan masih nihil," ujar Dedi Haryanto, Kamis (1/10/2026) pagi.


Untuk mengoptimalkan pencarian, tim SAR gabungan membagi personel menjadi dua SRU.


SRU 1 difokuskan melakukan penyisiran di sepanjang garis pantai serta kawasan tebing pesisir Cipatujah.


Sedangkan SRU 2 dikerahkan menyisir perairan terbuka dengan memantau kemungkinan pergerakan korban mengikuti arus laut.


Pembagian tugas tersebut diharapkan dapat memperluas jangkauan pencarian, sekaligus memaksimalkan peluang ditemukannya Ending dan Weli.


Tim SAR juga mengimbau nelayan di wilayah perairan Tasikmalaya Selatan meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi cuaca dan segera melapor apabila menemukan tanda-tanda keberadaan kedua korban. (AST)

Komentar


© 2025 by PRSSNI Daerah Jawa Barat
prssnijabar@gmail.com |  Tel: 022-2038362

bottom of page