Garut Bidik Lumbung Bioethanol, 27 Ribu Hektare Lahan Disiapkan


Garut (PRSSNIJabar) - Kabupaten Garut mulai mengambil peran dalam pengembangan energi terbarukan nasional. Pemerintah Kabupaten Garut menyiapkan 27 ribu hektare lahan untuk budidaya jagung dan singkong yang akan menjadi bahan baku industri bioethanol.
Alokasi tersebut terdiri dari 15 ribu hektare untuk tanaman jagung dan 12 ribu hektare untuk singkong.
Bupati Garut Abdusy Syakur Amin mengatakan, rencana tersebut merupakan bagian dari pemanfaatan sekitar 60 ribu hektare lahan ketahanan pangan yang dikelola Pemkab Garut.
Hal itu disampaikan Syakur usai menghadiri Rapat Koordinasi Program Khusus Pemerintah untuk Bioethanol di Jakarta, Senin (21/9/2026).
Menurutnya, program tersebut menjadi langkah strategis untuk mengembangkan sektor pertanian Garut sekaligus mendukung kebutuhan energi nasional berbasis hayati.
Tak hanya menyiapkan lahan, Garut juga berpeluang menjadi lokasi pembangunan industri pengolahan bioethanol dan singkong.
Keberadaan industri di daerah dinilai dapat memberikan dampak langsung terhadap petani, terutama dalam hal penyerapan hasil panen dan kepastian pasar.
"Keberadaan fasilitas pengolahan di daerah tentu akan membuat masyarakat semakin bergairah menanam jagung dan singkong. Program ini tidak hanya memperluas pasar hasil pertanian, tetapi juga memberikan kepastian harga, meningkatkan nilai tambah komoditas, serta membuka lapangan kerja baru bagi warga Garut," kata Syakur.
Pemkab Garut juga membuka peluang pemanfaatan kawasan perhutanan sebagai opsi perluasan areal tanam apabila kebutuhan lahan untuk program tersebut meningkat.
Untuk itu, koordinasi dengan pemerintah pusat dan Perhutani akan terus dilakukan.
Syakur berharap sinergi antara sektor pertanian dan industri pengolahan tersebut mampu membangun rantai pasok dari hulu hingga hilir.
Selain mendukung ketahanan energi nasional, program itu diharapkan memberikan nilai tambah bagi komoditas pertanian, meningkatkan kesejahteraan petani, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. (AST)



Komentar