top of page

Forkopimda Bandung Turun Gunung, Kejahatan Jalanan Jadi Target Patroli Gabungan

  • Gambar penulis: Admin03
    Admin03
  • 13 Jun
  • 2 menit membaca

Diperbarui: 13 Jun


Bandung (PRSSNIJabar) - Menjelang meningkatnya arus kunjungan wisatawan ke Kota Bandung, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) bergerak cepat memperkuat pengamanan wilayah.


Salah satunya dengan menggelar patroli gabungan skala besar yang menyasar berbagai titik rawan gangguan kamtibmas di Kota Kembang.


Kegiatan tersebut diawali dengan Apel Patroli Gabungan Antisipasi Kejahatan Jalanan Tahun 2026 yang berlangsung di kawasan Jalan Dr. Ir. Soekarno, Jumat (12/6/2026) malam.


Apel dipimpin langsung Wali Kota Bandung Muhammad Farhan dan melibatkan ratusan personel gabungan dari unsur TNI, Polri, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Kesbangpol, hingga aparat kewilayahan.


Menurut Farhan, patroli gabungan ini merupakan penguatan dari kegiatan rutin yang selama ini telah berjalan. Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan masyarakat maupun wisatawan dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman selama berada di Kota Bandung.


"Kita telah memasuki masa ketika Kota Bandung akan menerima lebih banyak tamu dan wisatawan. Karena itu, kewaspadaan dan keamanan harus terus ditingkatkan demi melindungi seluruh warga maupun para pengunjung," ujar Farhan.


Ia menegaskan, kehadiran aparat dan pemerintah di tengah masyarakat bukan sekadar simbol, melainkan bentuk nyata komitmen negara dalam memberikan rasa aman kepada seluruh warga.


"Saya meyakini malam ini menjadi momentum bagi kita untuk hadir memberikan rasa aman. Kita akan menegakkan hukum, keadilan, dan ketertiban di Kota Bandung," tegasnya.


Sementara itu, Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Dedi Supriyadi mengungkapkan patroli malam tersebut melibatkan sekitar 350 personel gabungan yang didukung lebih dari 100 kendaraan operasional roda dua maupun roda empat.


Untuk memperluas jangkauan pengawasan, personel dibagi ke dalam tiga zona patroli, yakni wilayah Barat, Tengah, dan Timur Kota Bandung.


"Kegiatan ini pada prinsipnya bersifat preventif. Tujuannya mencegah bertemunya niat dan kesempatan yang berpotensi menimbulkan tindak kejahatan maupun gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat," kata Dedi.


Meski mengedepankan langkah pencegahan, pihak kepolisian memastikan akan bertindak tegas terhadap pelaku tindak pidana yang mengganggu keamanan masyarakat.

Namun demikian, pendekatan berbeda akan diterapkan kepada pelaku yang masih berstatus anak atau remaja.


"Bagi mereka, upaya pembinaan dan perlindungan tetap menjadi prioritas kami," ujarnya.


Pantauan di lapangan, patroli gabungan berlangsung hingga Sabtu (13/6/2026) dini hari. Petugas menyisir sejumlah ruas jalan, kawasan pusat keramaian, serta titik-titik yang selama ini dinilai rawan terjadinya aksi kriminalitas jalanan. (AMJ)


Komentar


© 2025 by PRSSNI Daerah Jawa Barat
prssnijabar@gmail.com |  Tel: 022-2038362

bottom of page